Welcome To My Blog
Assalamualaikum Wr. Wb.

PENDARAHAN ANTEPARTUM


Pendahuluan

Perdarahan obstetric sangat cenderung untuk menjadi peristiwa yang fatal bagi ibu bila tidak tersedia darah yang lengkap atau komponen darah untuk tranfusi dengan segera. Perdarahan dari saluran reproduksi maternal, termasuk kasus-kasus perdarahan yang penyebabnya tidak jelas, juga berbahaya bagi keselamatan ibu dan janin. Untuk kehamilan yang dipersulit oleh perdarahan trimester 2 dan 3, angka persalinan premature dan mortalitas perinatal paling tidak 4 kali lipat lebih besar.

Perdarahan antepartum pada umumnya disebabkan oleh kelainan implantasi plasenta (letak rendah dan previa), kelainan insersi tali pusat atau pembuluh darah pada selaput amnion (vasa previa)

Masalah di Indonesia, sebagian besar persalinan terjadi dirumah sakit sehingga sering pasien yang bersalin diluar kemudian terjadi perdarahan postpartum yang terlambat datang ke rumahsakit, waktu tiba keadaan umum atau hemodinamiknya sudah memburuk akibatnya mortalitas tinggi.

Selain dari itu dimana perdarahan postpartum tidak menyebabkan kematian, kejadian ini sangat mempengaruhi morbilitas nifas karena anemia mengurangi daya tahan. Maka tugas kita mencegah perdarahan yang banyak amat penting.

Adapun banyak factor yang dapat menimbulkan perdarahan postpartum, diantaranya dua penyebab perdarahan langsung yang paling sering dijumpai yaitu atonia uteri dan laserasi vagina serta cervix. Retensi sebagian plasenta atau seluruh plasenta adalah penyebab perdarahan postpartum yang lebih jarang ditemukan.

Definisi

Perdarahan antepartum, adalah perdarahan jalan lahir pada usia kehamilan 22 minggu atau lebih. Meskipun patologi yang sama dapat juga terjadi pada kehamilan sebelum 22 minggu. Umumnya terjadi setelah kehamilan 28 minggu/trimester III.

Perdarahan yang berbahaya karena cepat dan banyak yaitu perdarahan yang berasal dari kelainan atau gangguan pada plasenta. Perdarahan yang bukan dari plasenta (misalnya serviks) relative tidak lebih berbahaya. Pada setiap perdarahan antepartum pertama-tama harus selalu dipikirkan bahwa hal itu bersumber pada kelainan plasenta.

Etiologi

Perdarahan antepartum dapat disebabkan karena hal yang berhubungan dengan obstetri dan non obstetri

Obstetri           :

-   Plasenta Previa

-          Solusio Plasenta

-          Perdarahan yang belum jelas sumbernya

Non Obsetri     :

-   Erosi porsio

-          Carsinoma porsio

-          Polip

-          Trauma

-          Varises vagina

Pada ibu hamil yang patut dicurigai akan mengalami perdarahan antepartum ialah:

  1. Usia > 35 tahun
  2. Paritasnya > 5
  3. Menderita Pre eklamsi
  4. Bagian terbawah janin selalu terapung diatas PAP
  5. Letak lintang yang sukar diperbaiki dengan versi luar atau bila berhasil mudah kembali kelatak semula
  6. Riwayat perdarahan antepartum sebelumnya
  7. Kehamilan ganda, janin besar

Pre eklamsi atau penyakit hipertensi menahun seringkali dihubungkan dengan terjadinya solusio plasenta. Apabila hal ini benar, pencegahan dan pengobatannya secara seksama akan mengurangi kejadian solusio plasenta.

Pemeriksaan Awal

Perdarahan umumnya terjadi pada trimester III atau usia kehamilan diatas 28 minggu. Ada 3 prinsip dalam penanganan perdarahan antepartum:

  1. Karenan pada plasenta previa terdapat bahaya perdarahan tak terkendali, pemeriksaan melalui vagina ataupun rektum harus dihindari sampai diagnosa tersebut dapat disingkirkan.
  2. Setiap kasus perdarahan antepartum harus ditangani dirumah sekit yang memiliki fasilitas dan kemampuan lengkap untuk penanganan ibu dan bayi dengan kasus tersebut
  3. Yang terutama adalah penanganan segera kehilangan darah dan pemulihan status hemodinamik.

Adapun penyebabnya, pasien-pasien dengan perdarahan antepartum harus dibawa ke rumah sakit yang fasilitasnya terutama fasilitas operasi lengkap. Selain itu harus segera dipasang infus cairan dan usaha pengadaan darah. Dilarang melakukan pemeriksaan dalam bila fasilitas dan tindakan operasi segera tidak memungkinkan, karena hal ini dapat menambah perdarahan. Pemasangan tampon tak banyak membantu menghentikan perdarahan, bahkan dapat menyebabkan perdarahan saat pemasangannya.

Penanganan selanjutnya di rumah sakit tergantung:

  1. Paritas
  2. Usia kehamilan
  3. Perdarahan
  4. Keadaan ibu dan janin
  5. Inpartu/ tidak
  6. Diagnosa
About these ads

No Responses to “PENDARAHAN ANTEPARTUM”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: