TATALAKSANA HIPERTENSI
HIPERTENSI DAN KOMBINASI DOSIS RENDAH YANG RASIONAL
Angka kejadian di masyarakat
- Diperkirakan 20 % terjadi pada orang dewasa di seluruh dunia
- 60 juta pada penduduk Amerika
- Paling banyak pada orang tua dan orang kulit hitam
- 73 % pasien di Amerika Serikat peduli terhadap penyakitnya
- 29 % terkontrol
Etiologi
- 90 % tidak diketahui penyebabnya (primer)
- 10 % memiliki penyebab dasar (sekunder)
JNC VI : Klasifikasi Hipertensi
Optimal < 120 < 80
Normal < 130 < 85
Normal tinggi 130 – 139 85 – 89
Hipertensi
Derajat 1 140 – 149 90 – 99
Derajat 2 150 – 179 100-109
Derajat 3 ≥ 180 ≥ 110
JNC VII : Klasifikasi hipertensi
Normal <120 < 80
Pre Hipertensi 120-139 80-89
Hipertensi
Derajat 1 140 – 159 90 – 99
Derajat 2 >160 >100
WHO/ISH : Klasifikasi Hipertensi
Kategori Tekanan Sistol Tekanan Diastol
Optimal < 120 < 80
Normal < 130 < 85
Normal tinggi 130 -139 (<140) 85 – 89 (<90)
Hipertensi
Derajat 1 ( ringan ) 140 – 159 90 – 99
Borderline 140 – 149 90 – 94
Derajat 2 ( sedang ) 160 – 179 100 – 109
Derajat 3 ( berat ) ≥ 180 ≥ 110
Hipertensi sistolik yang terisolasi ≥ 140 < 90
Borderline 140 – 149 < 90
Komponen yang dapat menyebabkan resiko kardiovaskular pada pasien hipertensi
1. Faktor Resiko Utama
- Rokok
- DM
- Jenis Kelamin (laki-laki dan wanita post menopouse)
- Riwayat penyakit kardiovaskuler pada keluarga
- Wanita usia di bawah 65 tahun dan laki-laki di bawah 55 tahun
- Dislipidemia
- Usia lebih dari 60 tahun
2. Kerusakan target organ
- Penyakit jantung
- LVH
- Angina / miokard infark
- Gagal jantung
- Stroke atau kerusakan otak tidak permanen (TIA)
- Nephropathy (kelainan ginjal)
- Penyakit pembuluh darah arteri perifer
- Retinopathy
Stratifikasi Yang Beresiko Untuk Memiliki Prognosa Yang Sama
Tekanan darah (mmHg)
| Faktor resiko lain dan riwayat penyakit | Derajat 1Tekanan Sistol 140 – 159 atau tekanan diastol 90 – 99 | Derajat 2Tekanan Sistol 160 – 179 atau tekanan Diastol 100 – 109 | Derajat 3Tekanan Sistol = /> 180 atau Tekanan Diastol = /> 110 |
| I. Tidak ada faktorResiko lain | Resiko rendah | Resiko sedang | Resiko tinggi |
| II. 1 – 2 faktor resiko | Resiko sedang | Resiko sedang | Resiko tinggi |
| III. 3 atau lebih faktor resiko atau kerusakan target organ atau DM | Resiko tinggi | Resiko tinggi | Resiko sangat tinggi |
| IV. Kumpulan dari gejala klinik yang terkait | Resiko sangat tinggi | Resiko sangat tinggi | Resiko sangat tinggi |
Tujuan Pengobatan Hipertensi
Menurunkan angka kematian dan kesakitan
(WHO – ISH 1999)
Penurunan Tekanan darah tinggi secara Rasional
- Frekuensi penyakit kardiovaskuler dan kematian berhubungan langsung dengan meningkatnya tekanan darah
- Kerusakan target organ tanpa gejala
- Hipertensi borderline dan hipertensi ringan memiliki resiko tinggi di dalam hidup
- Dengan penurunan tekanan darah kerusakan target organ dapat dikurangi
- Terapi anti hipertensi menurunkan angka kejadian penyakit kardiovaskuler dan kematian
Penurunan Tekanan darah tinggi secara Rasional
Tekanan darah glasgow secara klinik :
Semakin tinggi kenaikan tekanan darah,
Semakin tinggi angka kematian dan kesakitan
Panduan : WHO/ISH dan JNC VI
Penurunan Resiko Kardiovaskuler dengan Terapi Antihipertensi
1. Diawali Chlorthalidone 12,5 – 25 mg/hari, dengan penambahan atenolol 25 – 50 mg/hari atau reserpin 0,05 – 0,10 mg/hari dapat menurunkan tekanan sistol < 150 mmHg dan mengurangi sampai 20 mmHg.
Hasilnya : penurunan resiko stroke 36 %, akut miokard infark 27 %, kejadian kardiovaskuler 32 %, kematian 13 %.
2. Diawali Nitrendipine 10 – 40 mg/hari, dengan penambahan enalapril 5 – 20 mg/hari dan HCT 12,5 – 25 mg/hari dapat menurunkan tekanan sistol < 150 mmHg dan mengurangi sampai 20 mmHg.
Hasilnya : mengurangi resiko terkena stroke 42 %, akut miokard infark 30 %, kejadian kardiovaskuler 31 %, dan kematian 14 %.
Tingkatan Faktor resiko dan hubungannya dengan pengobatan
| Tingkatan tekanan darah (mmHg) | Normal tinggi 130 – 139 / 85 – 89 | Derajat 1140 – 159 / 90 – 99 | Derajat 2 + 3≥ 160 / ≥ 100 |
| Resiko grup A(tidak ada faktor resiko, tidak ada kerusakan target organ / penyakit kardiovaskuler klinik) | Modifikasi gaya hidup | Modifikasi gaya hidup | Terapi obat |
| Resiko grup B(lebih dari 1 faktor resiko tidak termasuk DM, kerusakan target organ dan penyakit kardiovaskuler) | Modifikasi gaya hidup (lebih dari 12 bulan) | Modifikasi gaya hidup (lebih dari 6 bulan) | Terapi obat |
| Resiko grup C(Kerusakan target organ/ penyakit kardiovaskuler klinik dan/ atau DM : dengan atau tanpa faktor resiko lain) | Terapi obat | Terapi obat | Terapi obat |
Panduan Pemilihan Obat Pada Terapi Hipertensi
| Kelas obat | Indikasi mutlak | Indikasi yang mungkin | Kontra indikasi mutlak | Kontra indikasi yang mungkin |
| Diuretik | Gagal jantung, pasien agak tua, hipertensi sistolik | Diabetes | GOUT | Dislipidemia, pria yang aktif berhubungan sex |
| Beta – bloker | Angina, setelah miokard infark, takiaritmia | Gagal jantung, kehamilan, DM | Asma, PPOK, henti jantung | Dislipidemia, atlet dan pasien yang aktif secara fisik, penyakit pembuluh darah |
| ACEI | Gagal jantung, disfungsi LV, setelah MI, DM nephropathy | Kehamilan hiperkalemia, bilateral renal arteri stenosis | ||
| Kalsium antagonis | Angina, pasien agak tua, hipertensi sistolik | Penyakit pembuluh darah | Henti jantung | Gagal jantung kongestif |
| Alfa – bloker | Hipertropi prostat | Gangguan toleransi glukosa, dislipidemia | Hipotensi ortostatik | |
| AII antagonis | Batuk karena ACEI | Gagal jantung | Kehamilan, bilateral renal arteri stenosis, hiperkalemia |
Pemilihan Obat Antihipertensi
- Pathofisiology hipertensi
- Komplikasi hipertensi
- Cara kerja obat
- Efek samping
Kombinasi Obat Antihipertensi Beta Bloker dan Diuretik yang rasional dan menguntungkan
Hasil yang tidak diharapkan pada Pengobatan Hipertensi
Dikarenakan :
Pendidikan dokter dan masyarakat yang tidak memuaskan, dan bukti yang tidak cukup dalam pencapaian target pengobatan, karena lebih percaya pada monoterapi dengan dosis tinggi dan obat terbaru.
Pilihan Pertama Obat Antihipertensi
Pengontrolan Tekanan Darah yang lebih baik
Pendekatan terbaru memperkenalkan pengobatan hipertensi yang paling utama, yaitu dengan penggunaan kombinasi 2 obat, yang memiliki sifat sinergis, dan dikombinasikan pada dosis yang lebih rendah daripada pemakaian monoterapi.
Terapi kombinasi dosis rendah yang rasional
Prinsip umum :
Kombinasi dosis rendah dari dua agen yang berasal dari kelas yang berbeda, memperlihatkan peningkatan efektivitas anti-hipertensi dan meminimalkan efek samping obat.
(the sixth report of the JNC VI in arch intern med 1997; 157: 2413 – 2446)
- Berdasarkan JNC VI :
Formulasi yang optimal seharusnya memiliki kekuatan selama 24 jam dengan dosis 1 hari sekali, dengan serendahnya 50 persen dari efek puncak yang tertinggal pada 24 jam terakhir.
- Formulasi dengan waktu kerja lama yang memiliki efektivitas 24 jam lebih dipilih daripada agen dengan waktu kerja pendek dengan alasan :
- Ketaatan lebih baik dengan dosis sehari sekali.
- Pada beberapa agen tablet terbarunya memiliki harga yang lebih rendah.
- Mengontrol hipertensi secara menetap dan perlahan lebih baik daripada intermiten.
- Dilengkapi perlindungan yang dapat menentang resiko apa saja dari kematian mendadak, serangan jantung dan stroke oleh karena peningkatan tekanan darah yang tiba – tiba setelah bangun tidur di malam hari.
Keuntungan Terapi Kombinasi dengan Dosis Rendah
- Kenyamanan
- Meningkatkan kepatuhan pasien dikarenakan pemberian dosis satu kali sehari
- Penederhanaan pemberian
- Lebih ekonomis dibandingkan pembiayaan secara individual
- Efek antihipertensi aditif dan sinergis
- Efek samping metabolik lebih sedikit
Pendekatan yang Rasional
- Nilai tambah pada pemakai obat
- Efek samping minimal
- Meningkatkan kepatuhan
LODOZ – ZIAC
Kombinasi dosis yang sangat rendah
Bisoprolol + 6,25 HCTZ
Mekanisme Kerja
| Bisoprolol
Menghambat : - RAAS - Katekolamin |
HCTZ
- Mengurangi Volume - Vasodilatasi |
HIPERTENSI
A. Peran dokter dalam mengatasi hipertensi
DIPETeF :
1. MenegakkanDiagnosa : ” APP ”
- Anamnesis : bersifat subjektif, RPS (gejala klinis, gaya hidup,dll.), RPD, RPK. Pemeriksaan fisik : ” FUSing KaLi”
- Funduscopy ► pemeriksaan pada mata dapat diketahui kapan HT mulai terjadi. Dengan memeriksa A.retina ; grade menurut Keith Waelgener terdiri dari ;
KW 1 : menyempit / vasokontriksi ; HT baru mulai / awal
KW 2 : menyilang / crossing ; borderline
KW 3 : eksudat dan perdarahan ; HT lanjut
KW 4 : perdarahan + udem ; HT lanjut
- Ukur tekanan darah
- biSIng jantung
- KardiomegaLI ; Ictus melebar kekiri tapi tidak kebawah
Pemeriksaan penunjang : ”LERIA ”
- Laboratorium : ” Gu Cho TUP ” Gula, Cholesterol, TG, Ureum, Protein.
- EKG.
- Radiologi : Rő melihat kardiomegali, arcus aorta melebar.
- IVP.
- Arteriografi.
2. Penyuluhan.
3. Evaluasi : agar tidak “ TEKOR “
- Tentukan Etiologi ( PRISEX ) PRImer atau SEXunder
- Komplikasi +/-
- Resiko faktor
4. Terapi./ Pengobatan ; tanyakan terapi efektif atau tidak
5. Follow up; makanan, obat, complained bagus atau tidak (lihat C3).
B. Menentukan sebab meningaktnya TD : LU Gen He Ho
1. Faktor Luar : KAPARMa ;
- Kegemukan / obesitas
- Aktivitas fisik
- Psikososial, misalnya stres
- Alkohol
- Rokok
- Faktor Makanan : Daging kambing, durian, kopi, Garam
2. Genetik/herediter : KaNaHe
- Gangguan pertukaran Kation
- Kepekaan terhadap Na
- Kelainan herediter
3. Hemodinamik : VOLKASARE
- Volume pembuluh darah
- Kardiovaskuler / jantung
- Saraf simpatik
- Renal sistem
- Endokrin / hormonal : Renin-angiotensin, katekolamin.
4. Hormonal : KAPAN ; Katekolamin
- Adrenalin
- Prostaglandin
- Angiotensin
- Natriuretik
C. Prinsip pemberian terapi hipertensi
DoKTeR 24 jam
- Dosis 1X1, menyenangkan, nyaman.
- Kombinasi
- Therapy efektif
- Respon bekerja 24 jam
D. Cara memilih obat hipertensi
STP SERTA
- Satu kali satu ; cost efektif, complained
- TP Ratio lebih dari 50%
- Side Effect minimal
- Respon 24 jam
- Terapi efektif sampai Akhir pengobatan
E. Memilih obat anti hipertensi
PAKCAS
1. Patofisiologi hipertensi
2. Komplikasi hipertensi
3. Cara kerja obat
4. Side effect
F. Memilih obat hipertensi
FaSe SeKoP DoLe
- Fase Hipertensi
- Side Effect obat
- Sosial Ekonomi pasien
- Komplikasi
- Penyakit penyerta
- Dosis rendah
- Lemak
G. Konsep terapi hipertensi masa kini
DAPITIF
1. Diagnosis dini
2. Agresif tapi Perlahan ”low dose go slow”
3. Obat sesuai Indikasi
4. Tindakan preventif; gaya hidup, penyuluhan
H. Tujuan Konsep terapi hipertensi masa kini
4M
- Mengurangi tekanan perifer
- Mempertahankan curah jantung
- Memperbaiki vaskularisasi
- Mempertahankan perfusi organ vital
I. Penatalaksanaan Hipertensi
1. Umum = nonfarmakologi = primer
OBRAS
- OLahraga
- Berat badan (hindari lemak)
- Rokok
- Alkohol
- Stress
2. Khusus = farmakologi = sekunder;
Diuretik, CCB, ECEI, Fix Lodoz Combination (JNC VII, WHO)
J. Kontrol hipertensi mengecewakan
CCC
- Cara mengobati tidak benar; disebabkan karena terapinya bersifat monoterapi dengan dosis tinggi, seharusnya terapi kombinasi dengan dosis rendah/ 1 tablet, Fix Lodoz combination.
- Complience/kepatuhan kurang
- Kecocokan obat hipertensi bersifat individual dan multifaktorial.
K. Cara mengendalikan hipertensi
GO
- Gaya hidup
- Obat hipertensi kombinasi
L. Tujuan evaluasi awal hipertensi
GEReT
- Gaya hidup
- Etiologi (PriSek = Primer Sekunder)
- Resiko Faktor
- Target organ (cari target organ apa saja yang sudah rusak)
Thanks to: dr. Azhari Harahap Sp.PD


Mau tanya kalau ada data statistik dari WHO atau penduduk Indonesia,
Hipertensi secara umum berapa persen menimbulkan komplikasi
seperti :
* LVH
* Angina / miokard infark
* Gagal jantung
* Stroke
* Nephropathy (kelainan ginjal)
* Retinopathy
kalau ada bukti referensinya
terima kasih banyak
dr Halomoan Saragi - June 20, 2010 at 9:51 am |