Welcome To My Blog
Assalamualaikum Wr. Wb.

Nov
15

Copas dari Forum dokter2 di Facebook tentang keprihatinan terhadap kasus dokter spesialis obgyn di manado:
 
Tiga dokter kandungan, dr. A, dr. HS1 dan HS2 dinyatakan bersalah melakukan malpraktik thd perempuan Julia Fransiska Makatey. Dr. A saat ini bertugas di Balikpapan, teman Put dan 2 yuniornya masing2 dijatuhi hukuman 10 bulan penjara.

Disebutkan tgl 10 April 2010 ketiga terdakwa yg masih status bersekolah spesialis tsb melakukan operasi sectio caesaria thd korban. Krn masih sekolah sebagaimana calon2 dokter spesialis lainnya selama bekerja kurang lebih 5 tahun tentu saja mereka tak dibayar krn dianggap masa pengabdian.

Setelah operasi tiba2 pasien mengalami gagal jantung. Oleh saksi ahli diperkirakan oleh emboli/sumbatan bekuan darah/udara di paru2 shg gagal napas yg berlanjut gagal jantung. Emboli diketahui bisa tjd pd siapapun yg mengalami trauma, baik trauma fisik akibat operasi atau kecelakaan at trauma kimia dll.

Di pengadilan negeri manado ketiganya dinyatakan tak bersalah dan divonis bebas krn semua tindakan dilakukan sesuai prosedur. Akan tetapi setelah kasasi ke MA ketiganya di vonis bersalah hy krn disebutkan “tidak memberi tau tt kemungkinan pasien meninggal setelah operasi” juga dlm operasi darurat tsb tdk dilakukan pemeriksaan lengkap thd jantung dan pemeriksaan spesifik lainnya.

Semua dokter tau bahwa emboli paru tak ada hubungannya dg bentuk jantung/paru atau bahkan fungsi apapun. Bahkan anak yg khitan/sunat memiliki resiko yg sama tjd emboli paru. Dan utk melakukan pemeriksaan penunjang tambahan apalagi khusus biasanya dokter akan mempertimbangkan semua aspek, mulai waktu yg diharuskan cepat dlm keadaan darurat, untung rugi bagi pasien dan tentunya efek thd finansial pasien.

Pertanyaannya? Pantaskah dr. A, dkk dihukum penjara 10 bulan krn gagal menolong (ingat mereka tak dibayar sepeserpun!). Kalau saya yg disuruh menjawab saya akan katakan dg lantang dan jelas. Penolong yg menggunakan seluruh kemampuan terbaiknya untuk menolong dan gagal TIDAK PANTAS DIPENJARA!!!

Loh apa bedanya dg sopir yg nabrak orang dipenjara? Yo jelas beda jauh. Selama si sopir memiliki kapasitas utk menyopir (bukti SIM) dan dia menyopir dg benar tiba2 muncul seseorang yg menyerobot jalannya dan tertabrak, maka sang sopir bebas dari hukuman. Lah Afriani? Tentu saja Anda2 jauh lbh tau dari saya. Apalagi sang dokter berniat sungguh2 utk menolong! Ingat menolong!

Lalu adilkah hukuman itu? Jelas TAK ADIL! Bukan krn saya kenal baik dg ybs atau krn saya seorang dokter. Saya berkata sbg anggota masy yg peduli. Siapa yg akan menanggung kerugian akibat ketidakadilan hakim ini? Kita semua! Semua elemen bangsa ini akan dirugikan keputusan yg mungkin “melegakan” bagi sebagian orang yg senang dg kenyataan bahwa tyt “dokter bisa dipenjara” dan juga LSM ttt yg sgt gigih memperjuangkan “hukuman yg memuaskan” tsb hingga kasasi ke MA.

Apa harga yg harus dibayar :
1. Teror thd para dokter akan merugikan semua! Apakah anda puas kl Indonesia menjd smakin Amerika dg tuntut menuntutnya? Para dokter akan menjd was2 dlm menjalankan profesinya. Apakah itu baik? Ya cukup baik, tetapi tak berimbang dg kerugiannya yg sgt besar. Untung ruginya jomplang! Kerugiannya jelas akan ke pasien juga. Dokter akan melakukan praktik defensif medicine. Artinya ia akan meminta tandatangan setiap tindakan sekecil apapun serta perjanjian2 rumit lainnya. Kl si dokter tak yakin ia akan meminta seluruh pemeriksaan detil sebelum mau menolong pasien. Dan ini biayanya tentu sangat2 besar. Kl anda ke singapore cek up, meski anda sehat, mereka akan memeriksa dg “pemeriksaan canggih yg tak perlu” demi mengeruk keuntungan dan memuaskan nafsu dahaga orang2 kaya Indonesia yg paranoid thd kesehatannya.
2. Efek psikologis hub pasien dan dokter yg selama ini di wujudkan dlm bentuk rasa saling percaya akan berubah menjadi rasa saling curiga bahkan ketakutan. Ini akan merugikan semuanya.
3. Bangsa yg memilih utk menghukum penolong dan membebaskan pencuri/koruptor akan menghasilkan bangsa sakit. Bangsa yg paranoid. Tak saling percaya krn seakan2 tak ada lagi hal yg bisa dipercaya. Ini hukuman terberat yg akan kita pikul dalam membawa bangsa dg penduduk 240 juta jiwa ini menuju masa depan.

Lalu apakah dokter tak boleh dipenjara? Sebagai manusia biasa tentu saja sangat boleh. Tetapi harus digarisbawahi ; mereka dipenjara bukan karena gagal menolong!! Dokter dapat dipenjara dg syarat ketat :
1. Mereka melakukan kejahatan dg niat
2. Mereka terbukti benar2 menyalahi prosedur meskipun kesempatan, waktu dan keadaan memungkinkan utk melakukan prosedur yg tepat
3. Terlibat jelas kepentingan utk diri sendiri sang dokter dalam melakukan tindakan yg berakibat fatal eternity
4. Sekurang2nya sang dokter telah terbukti melanggar etika yg disepakati secara nyata.

Diluar itu saya akan berkata dg jelas STOP KRIMINALISASI DOKTER!!! Buat Dr. A, Dr. HS1 dan Dr. HS2, SpOG, kami bersamamu!!!

Jun
06

Tanggal 28-31 Mei kemarin gw berkesempatan diajak oleh teman-teman di BKKBN (Badan Koordinasi Keluarga Berencana Nasional) untuk jalan-jalan ke Sumatera Utara, tepatnya ke Medan, Brastagi, Danau Toba dan tentu saja pulau Samosir.

Pada tulisan kali ini gw akan mencoba menceritakan tentang perjalanan seru gw selama 4 hari disana.

28 may 2013-Day 1, Soekarno-Hatta International Airport

Jam 03.00 dini hari tepat gw dijemput dari rumah gw menuju bandara Soekarno-Hatta, gileee…pagi-pagi bener dah, padahal pesawat Garuda Indonesia yang akan gw tumpangi rencananya take off jam 05.45 WIB, alhasil gw dari jam 02.00 udah bangun terus mandi dan beres-beres.

Sampai d bandara sekitar jam 04.00 WIB, dan ternyata rombongan yang lain yang berjumlah 29 orang udah pada ngumpul disana, langsung deh gw check in, terus nunggu solat subuh di Musholla di bandara.

Tepat jam 05.45 WIB gw pun take off  menuju Medan

Jam 08.00 WIB  gw sampe di bandara Polonia Medan, kemudian dijemput oleh perwakilan dari kantor BKKBN Sumatera Utara, selanjutnya kami menuju kantor BKKBN Sumatera Utara.

Disana kemudian diadakan penyambutan sederhana, kemudian dilanjutkan dengan paparan dari pimpinan dari BKKBN Sumatera Utara, lalu dilanjutkan oleh paparan dari kepala rombongan kami.

Setelah materi selesai, lalu kami bersiap-siap untuk melanjutkan kunjungan lagi. Rombongan dibagi dalam 2 kelompok, kelompok 1 menuju RS. Adam Malik, dan rombongan 2 menuju Kabupaten Deli Serdang.

Kebetulan gw ikut dalam rombongan 1 menuju RS. Adam Malik Medan.

Sekitar 2 jam gw dan rombongan disana tanya-tanya sana sini, foto-foto, lalu setelah selesai kami mencari tempat makan siang, lalu segera menuju Hotel Asean tempat kami menginap.

Image

foto-foto dulu di depan RS. Adam Malik Medan

29 May 2013-Day 2, Road To Parapat

Sesuai dengan waktu yang telah ditetapkan pada saat makan malam kemarin, kami pun sudah mulai berkumpul di ruang makan untuk sarapan pada pukul 06.00 WIB, untuk kemudian pada jam 07.00 WIB kami akan melanjutkan perjalanan dengan menggunakan bis.

Setelah selesai makan, kemudian check out setelah itu semua anggota rombongan segera menaiki bis , dan dimulailah perjalanan panjang menuju Parapat.

10.00 WIB

Transit sebentar di sebuah tempat yang bernama Taman Lumbini. Taman Lumbini sendiri adalah sebuah tempat ibadah untuk umat Budha (wihara) yang sangat besar, berwarna kuning keemasan dan dikelilingi oleh taman yang indah, pokok nya kaya wihara-wihara di Thailand deh, beberapa temen gw ketika gw update pict blackberry gw juga menyangka gw sedang berada di Thailand.

Image

Image

ini nih wihara nya…kaya di Thailand kan?? hehe..

11.10 WIB

Sampailah kita di Kota Marqisa, Brastagi

Ibarat kata, Brastagi ini adalah puncaknya Medan, udaranya lumayan dingin, walaupun di siang hari bolong. Puas foto-fotoi, kami pun makan siang sebentar, dan perjalanan pun dilanjutkan kembali.

Image

latar belakang adalah gunung Sibayak

Image

bukit Gundaling Brastagi

14.00 WIB

Kami mulai memasuki kabupaten Simalungun, tepatnya di sebuah tempat wisata dimana kita bisa melihat Danau Toba dan air terjun Sipiso-piso (gw lupa nama tempatnya apa).

Foto-foto sebentar, lalu langsung capcus lagi.

Image

air terjun Sipiso-piso

Image

udah mulai keliatan tuh Danau Toba nya

16.30 WIB

Rombongan istirahat lagi, di sebuah tempat yang bernama Simarjarunjung, dari tadi transit melulu ya, memang direncanakan seperti itu, kami memang sengaja memilih jalur yang agak jauh menuju Danau Toba, karena memang berencana untuk mampir-mampir ke beberapa objek wisata.

Di Simarjarunjung kami mencoba minuman bandrek dan pisang goreng khas daerah situ untuk sedikit menghangat kan badan, karena selain udara yang dingin, hujan pun sudah mulai turun.

18.00 WIB

Sampailah kami di kota terbesar di pinggir Danau Toba, Parapat.

Di kota ini, kami menginap di hotel yang bernama Hotel Niagara, hotelnya berada di puncak bukit dan menghadap langsung ke Danau Toba, otomatis pemandangan dari depan kamar gw pun sangat indah.

Image

Sunset @ Danau toba

Setelah beres-beres kami pun lalu bersiap-siap untuk makan malam di Parapat..

30 May 2013-Day 3, Samosir Island

Sama seperti kemarin, jam 6 pagi kami sudah diharuskan kumpul di ruang makan hotel, karena hari ini kita akan menyeberang ke pulau Samosir.

Jam 8 pagi kapal ferry yang kami naiki pun mulai bergerak menuju Samosir, wuiiiiihh…bener-bener Indah deh pemandangan di sekitar Danau Toba…thank’s God I’m here

Image

kapalnya nih

Setelah 1 jam perjalanan, kami pun sampai di sebuah tempat yang bernama Ambarita, disini kami mengunjungi perkampungan batak dan membeli beberapa cinderamata setempat.

Image

Batak Village @ Ambarita

Setelah puas foto-foto dan melihat-lihat, kami pun melanjutkan perjalanan kembali menuju perkampungan batak yang lain.

Di perkampungan batak yang ke 2 ini, kami disuguhi tarian-tarian adat batak, termasuk tarian boneka Sigale-gale yang terkenal itu, sempet juga gw ikut-ikutan nari bersama dengan penari nya.

Image

Image

mari menari…Horas..horas..horas

CIMG2793

Sigale-gale puppet dance

12.30 WIB

Laperrrr….kami pun menuju sebuah pulau yang terletak di utara pulau Samosir, yaitu pulau Tao (honeymoon Island) kenapa disebut begitu, konon pada zaman dahulu kala bila pasangan suami istri batak belum juga punya anak, maka mereka akan pergi ke pulau itu dan berdoa semoga cepat diberi momongan (sumber: Tour guide rombongan), untuk di ketahui, di pulau kecil ini hanya terdapat sebuah rumah makan saja, gak ada tempat wisata yang lain.

Image

lunch @ Tao Island

Selesai makan, kami melanjutkan perjalanan lagi menuju perkampungan terbesar di Pulau Samosir, yaitu Tomok, untuk mengunjungi situs makam Raja Sidabutar. Tomok ini lumayan rame dibanding beberapa tempat yang tadi kami kunjungi, pasar yang menjual cinderamata nya pun lebih banyak dibanding di ambarita, dan so pasti harganya pun bisa sedikit lebih murah dibanding disana, tentu saja asalkan kita pandai-pandai menawar.

Image

makam raja Sidabutar @ Tomok

Puas belanja dan (lagi-lagi) foto-foto, kami pun berencana untuk kembali lagi ke hotel, sempet mampir sebentar di sebuah situs yang bernama Batu Gantung, yang konon ceritanya berasal dari sebuah gadis yang menolak dijodohkan dan berniat untuk bunuh diri di Danau Toba, dan menjadi asal muasal dari nama Parapat.

Image

Batu Gantung

16.40 WIB

Rombongan kembali mendarat di Pulau Sumatera, Jalan-jalan sebentar di sekitaran kota Parapat, sempet juga mampir di rumah tempat pembuangan presiden pertama kita Ir. Soekarno, waktu dia dibuang oleh Belanda dulu, setelah itu kami makan malam, lalu kembali ke hotel untuk beristirahat… huft what a hard day.

Image

Image

rumah bung karno…berandanya langsung menghadap Danau Toba

31 May 2013-Day 4, Polonia Airport Medan

Lagi-lagi jam 6 pagi kami harus sudah kumpul di ruang makan, kali ini gak bisa telat-telat sedikit, karena kita harus sudah sampai di bandara Polonia pada jam 3 sore untuk check in, jadwal pesawat kita jam 16.40 WIB, dan perjalanan dari Parapat menuju Medan melalui Pematang siantar membutuhkan waktu sekitar 6 jam.

Jam 07.00 WIB bis kami pun mulai meninggalkan hotel, hiks..hiks.. bye bye Danau Toba, mudah-mudahan suatu saat gw bisa kesana lagi…amien

12.30 WIB

Istirahat sebentar untuk solat jumat dan makan siang di kabupaten Deli Serdang

15.15 WIB

Kami pun sampai di bandara Polonia Medan, Check in, and fly away to Jakarta

19.00 WIB

Touchdown….Jakarta

Walaupun Danau Toba Indah dan sejuk, namun pada akhirnya gw tetep harus kembali ke kota ini dan mengucapkan “Jakarta I miss youuuuu……….”

Apr
27

Hebohnya berita kekalahan Barcelona dan Real Madrid dari Bayern Munchen dan Borussia Dortmund beberapa hari terakhir ini membuat gw tertarik untuk membahasnya.

Terutama kekalahan Barca ya (sebutan untuk Barcelona), kekalahan barca dari munchen sepertinya benar-benar suatu aib bagi tim catalan tersebut, media beramai-ramai membahas kenapa ataupun apa sebab dan musababnya barca sampai kalah dari munchen?

Memang barca begitu superior dalam kurun waktu 10 tahun terakhir ini, terbukti dari 3 piala champion yang sudah mereka dapatkan selama kurun waktu tersebut, dan efek dari superior nya barca pun berimbas kepada timnas sepakbola Spanyol yang juga menguasai dunia dalam 6 tahun terakhir, mereka pun dapat menyandingkan gelar Piala Dunia 2010 & Piala Eropa 2012.

Sepakbola tidak bisa lepas dari yang namanya kompetisi, dan dalam kompetisi pastinya ada yang kalah dan ada yang menang, itu hal yang wajar kan?

Apa karena barca yang sangat superior dalam 10 tahun terakhir, sehingga gak boleh kalah?

Padahal tim barclona juga berisi manusia-manusia biasa, yaahh walaupun mereka memiliki skill sepakbola diatas rata-rata manusia lain, namun yang dimaksud disini adalah bahwa manusia pun ada batasnya, dan itu wajar.

Menilik dari perjalanan olah raga sepakbola sendiri, maka ada yang disebut namanya era atau masa, seperti dulu era nya dream team AC Milan sekitar 1980-1990an.

Nah sekarang mungkin adalah era nya barca dengan gaya permainan khas mereka yaitu “tiki-taka”, gaya bermain yang mengandalkan kemampuan skill olah bola dan akurasi operan pendek tingkat tinggi, sehingga mampu menguasai permainan (ball Possesion) dan mendikte lawan.

Dan hebatnya lagi, tidak ada satupun tim yang bisa bermain tiki-taka sehebat barca, bahkan madrid, Manchester United, Milan maupun munchen.

Namun, yang namanya masa pasti cepat atau lambat akan berakhir, mungkin saat ini kita harus bersiap-siap untuk mengucapkan selamat tinggal pada era barca dengan tiki-taka ya.

Begitupun juga para pemain, kelak masa keemasan mereka juga akan berakhir. Biasanya untuk olahragawan usia keemasan mereka adalah antara 20-30 tahun, diatas 30 tahun hampir bisa dipastikan maka stamina maupun skilll mereka akan mulai berkurang, walaupun memang ada juga beberapa bintang sepakbola yang masih mampu bermain dengan baik diatas usia 30 tahun.

Gue sebagai penikmat sepakbola dunia berterima kasih kepada barca yang sudah menciptakan teknik bermain bola yang luar biasa, dan akan selalu dikenang dalam sejarah persepakbolaan dunia.

semoga kelak akan muncul era baru, era baru dengan teknik ataupun formasi yang lebih brilian atau bahkan juga bakat-bakat yang lebih hebat dari pemain-pemain barca sekarang.

Gue sendiri bukan fans dari barca, cuma gue heran aja dengan pemberitaan media masa yang segitu hebohnya kalau barca kalah…hey it’s normal to be win or lose.

Akhir kata gue berharap semoga sepakbola Indonesia bisa mendapatkan era nya, era yang sangat dinanti-nantikan oleh segenap bangsa ini….amien

Apr
19

DAMN…!!!!

Itulah kata-kata yang langsung terucap dari mulut gue tanpa disadari ketika sebuah metromini menabrak bemper depan mobil gue tadi malam, sehingga menyebabkan copotnya bemper depan dan pecahnya lampu spion kanan mobil kijang lawas grand extra keluaran tahun 1995 punya bokap gue, masih untung bodi ngga ada yang lecet satupun…Alhamdulillah.

Jadi kejadiaanya seperti ini :

Kebetulan tadi malam memang terjadi hujan cukup deras hampir di seluruh wilayah Jakarta, dan gue berinisiatif mau jemput istri tercinta di stasiun kereta api pasar minggu lama.

Dengan sedikit terburu-buru gue mengeluarkan mobil dari garasi dikarenakan istri udah BBM kalo dia sudah sampai di stasiun. Setelah keluar dari garasi gue langsung tancap gas memacu mobil di gang rumah gue yang sempit, gak ada masalah, karena gue emang tiap hari lewat situ pake mobil, sambil merem juga bisa gue lewatin tuh gang tanpa nabrak pot tanaman tetangga hehe….

Nah masalah terjadi ketika gue mau keluar dari gang, karena memang hujan yang lebat banget, mungkin pandangan gue agak sedikit terganggu, dan kebetulan tepat di samping mulut gang gue ada mobil truk yang sedang parkir, sehingga menghalangi pandangan gue akan kendaraan dari arah sebelah kanan  gang.

Ketika bagian depan mobil gue udah setengahnya keluar dari depan gang untuk belok ke kiri, tiba-tiba lewatlah angkot metromini tepat didepan gue dengan kecepatan tinggi, tanpa ba bi bu dihantamnya bemper mobil gue.

langsung macet seketika jalanan di depan gang…..

Sang supir metromini pun turun, gue yang mempunyai prinsip kalo terjadi tabrakan jangan pikir siapa yang salah, yang penting marah-marah duluan, pokoknya jangan perlihatkan muka ketakutan apalagi muka bersalah.

Sang supir pun nyamperin gue yang sedang meminggirkan mobil, langsung gue buka jendela dan marah-marah (maaf marahnya tidak bisa dtulis disini karena terlalu vulgar kata-katanya), lalu sang supir pun berkata, yaudah pak, kita ke tempat yang legaan aja, disini nanti bikin macet katanya.

Gue pun menuruti kata-kata si supir, gue ikutin dia, walaupun dengan penuh kesulitan karena bemper mobil gue yang copot itu masih nyangkut, alhasil kalo jalan jadi keseret-seret di aspal. Dan hampir semua orang di jalan melihat keadaaan mobil gue langsung nunjuk-nunjuk ke bawah sambil bilang “pak bempernya copot” (udah tau kaleee…).

Dan emang kalo lagi apes ya apes terus deh, sudah ditabrak, trus hujan deres gak berenti-berenti, jalanan pun macet parah tadi malam bisa diliat beritanya di

http://news.detik.com/read/2013/04/18/103151/2223549/10/horor-macet-jakarta-6-km-buncit-tb-simatupang-ditempuh-nyaris-3-jam?991104topnews

alhasil gue gak bisa ngejar tuh supir metromini, dan gue pun berenti di pinggir jalan raya pasar minggu karena gue takut jalan lebih jauh lagi karena bemper mobil gue makin terseret-seret, takut tambah parah rusaknya.

Gue udah pasrah, terus gue nelpon istri mengabarkan kalo gue gak bisa jemput, terus gue nelpon bokap gue buat minta pertolongan.

Tanpa disangka-sangka, ternyata tuh metromini juga berhenti sekitar 100 meteran lah dari tempat gue berhenti,  gue samperin deh tuh metromini.

Di dalam metromini gue dan sang supir terlibat adu argumen, masing-masing merasa gak bersalah, dan gue tetap ngotot minta ganti rugi, meskipun agak sedikit miris gue pas di dalam angkot melihat dia narik angkot dengan membawa istri dan anak yang masih kecil yang menurut gw umurnya kira-kira 2 tahun lah.

Setelah beberapa saat adu argumen gue pun sedikit meredakan tensi, karena dengan pertimbangan niat baik tuh supir buat berhenti gak kabur begitu aja, dan karena kasian ngeliat anak dan istrinya kedinginan di dalem.

Gak berapa lama bokap gue dateng, dia langsung ngecek kondisi mobil kijang kesayangannya itu lalu ikut terlibat dalam adu argumen antara gue dan supir.

Akhirnya sang supir menyerah, dia mau bertanggung jawab, meskipun katanya dia gak punya banyak uang karena baru keluar dari pangkalan bis, bokap pun berinisiatif ke bengkel kenalan dia yang kebetulan tidak jauh dari tempat kami berhenti untuk menanyakan berapa kira-kira besarnya biasa perbaikan tuh bemper.

Gue liat sih si supir emang bener-bener beritikad baik, dia mau ngelepasin bemper mobil gue yang masih nyangkut, dan juga membawa bemper mobil gue itu ke bengkel terdekat sendirian, padahal suasana masih hujan deras dan macet banget loh, belum lagi diliatin orang-orang yang lagi neduh maupun yang terjebak macet.

Akhirnya dengan diiringi hujan deras dan deru mesin kendaraan sampailah kami di bengkel temen bokap gue itu, setelah bertanya dengan sang empunya bengkel keluarlah berapa harga kira-kira untuk perbaikan entu bemper sampe sembuh, yang ternyata untungnya gak terlalu mahal banget.

Singkat kata akhirnya tercapailah kata sepakat, bokap gue juga gak nuntut terlalu banyak karena melihat itikad baik sang supir yang masih muda itu, (kira-kira seumuran gue lah) dan akhirnya masalah pun selesai dengan damai, bahkan bokap gue sebelum berpisah sempet-sempet nya doain tuh supir supaya banyak rezekinya dan sehat-sehat selalu, dan tuh supir sampe cium tangan bokap gue segala lagi (jadi terharu hiks..hiks…).

Yah  gue sih ambil hikmahnya aja dari kejadian ini, mungkin lain kali gue harus lebih berhati-hati lagi dalam menyetir mobil terutama di tengah hujan.

Mar
02

CIMG2001

Akhir-akhir ini dunia kesehatan di Indonesia sedang disorot, imbas dari kasus bayi dera yang meninggal karena terlambat mendapatkan pelayanan kesehatan dikarenakan ditolak oleh sejumlah rumah sakit dengan alasan rumah sakit tersebut penuh.

Saya sebagai salah satu tenaga kesehatan yang juga bertugas di rumah sakit kelas D juga sering sekali mengalami masalah ketika harus merujuk pasien yang memerlukan perawatan yang lebih intensif dan lebih baik di rumah sakit besar.

Biasanya saya merujuk pasien adalah ke rumah sakit pemerintah terdekat di sekitar rumah sakit saya (tidak usah saya sebutkan rumah sakitnya ya) hampir selama 2 tahun saya bekerja di UGD, belum penah sekalipun saya berhasi merujuk ke rumah sakit-rumah sakit pemerintah tersebut, alasannya selalu sama…PENUH!!

Setelah gagal ke rumah sakit pemerintah, barulah saya beralih ke rumah sakit swasta terdekat, timbullah problem disini, apalagi jika pasien yang akan saya rujuk adalah pasien tidak mampu, karena sudah pasti RS swasta akan meminta DP (uang muka) sebelum pasien diperbolehkan dirujuk.

Belum lagi ada beberapa RS swasta yang meminta pemeriksaan laboratorium atau tindakan terterntu yang sudah pasti di RS kecil tempat saya bekerja ini sulit untuk dilakukan, namun pihak RS rujukan tetep aja kekeuh bahwa pemeriksaan laboratorium atau tindakan tersebut harus dilakukan sebelum pasien dirujuk, meskipun keadaaan umum pasien baik-baik saja.

Saat ini media dengan sangat tidak adil mengekspos kasus bayi dera sedemikian rupa, sehingga menggiring opini masyarakat untuk memojokkan institusi kesehatan di Indonesia, dan hal ini tidaklah sepenuhnya benar!!

Masalah kesulitan dalam rujuk merujuk ini memang, tidak sepenuhnya pihak RS rujukan bersalah, bisa saja mereka memang benar kalau ruang ICU (intensive care unit) atau NICU (neonatal intensive care unit) mereka penuh, atau karena adanya protap atau aturan tentang penanganan pasien rujukan yang berlaku di RS mereka.

Sayapun mengerti, karena saya juga pernah bertugas di RS pemerintah yang merupakan rujukan dari puskesmas atau RS wilayah lain, memang berat rasanya menolak pasien, namun apa daya kalau rumah sakit kami pun tidak bisa menanganinya, yaa…dengan terpaksa harus kami rujuk lagi.

Namun pihak RS juga tidak seharusnya melakukan tindakan penolakan secara ekstrim, ekstrim itu dalam artian ketika pasien rujukan datang di UGD (unit gawat darurat) pihak RS jangan langsung menolak ataupun menyuruh pasien untuk pergi dan mencari RS lain, sudah sepantasnya pihak RS, menangani si pasien, apalagi bila keadaaan umum si pasien kurang bagus, seperti misalnya jika pasien dalam keadaan sesak, perdarahan ataupun kondisi-kondisi darurat yang lain.

Pihak RS seharusnya menangani terlebih dahulu keadaan darurat yang dialami pasien, sambil si pasien atau keluarga pasien dijelaskan tentang kondisi pasien dan bahwa dengan kondisi pasien yang bla…bla..bla tidak bisa dirawat di RS tersebut dikarenakan kurangnya fasilitas atau karena penuh.

Saya yakin dengan penanganan sementara dan penjelasan seperti itu di UGD, keluarga pasien pasti akan mengerti, dan justru malah berterima kasih, sekalipun akhirnya si pasien tidak tertolong lagi dan meninggal di UGD.

Mengutip pernyataan salah satu dosen saya dulu,

bahwa “medicine is an art”

Pengobatan adalah seni, baik seni meracik atau mengkombinasikan obat ataupun tindakan lain, maupun seni berbicara dan memberikan sugesti kepada pasien atau keluarga pasien.

Prinsipnya tangani dulu, berbicara kemudian, jangan langsung menolak kedatangan pasien, karena hal ini lah yang justru dapat menjadi bumerang bagi RS, karena si pasien atau keluarga pasien yang datang pasti akan sangat sakit hati jika tanpa ditangani, hanya di tanya-tanya sedikit mereka langsung ditolak, padahal RS yang mereka tuju adalah RS besar yang notabene dalam pikiran mereka pasti mempunyai fasilitas yang lebih lengkap.

Pihak perujuk pun juga harus tahu kemana mereka akan merujuk, jangan sampai mereka merujuk ke fasilitas kesehatan yang tidak mempunyai fasilitas kesehatan yang lengkap, sehingga ujung-ujungnya hanya akan membuat si pasien akhirnya dirujuk lagi.

Untuk mengatasi masalah yang multifaktorial ini memang diperlukan campur tangan dari pemerintah, saya setuju sekali dengan keinginan DEPKES yang ingin membuat sistem rujukan online, sehingga pihak perujuk baik itu dari puskesmas, klinik, praktek pribadi ataupun RS kecil akan mengetahui apakah di RS yang akan mereka tuju itu tersedia ruangan, dan tentunya memiliki fasilitas yang mereka inginkan.

Dan tentunya hal terakhir yang perlu diperbaiki untuk mengatasi masalah rujuk merujuk ini adalah dengan peningkatan kualitas dan kuantitas baik sumber daya manusia maupun sumber daya peralatan dimulai dari tingkat pelayanan kesehatan dasar seperti di puskesmas ataupun di klinik-klinik.

yah saya sebagai salah seorang pelaku di dunia kesehatan hanya bisa berharap semoga semua kebijakan dan segala tetek bengek yang bertujuan untuk memperbaiki dan meningkatkan sistem pelayanan di semua institusi kesehatan di negara kita tercinta ini segera terealisasi, sehingga tidak akan ada lagi kasus-kasus seperti bayi dera tersebut…..amien