Welcome To My Blog
Assalamualaikum Wr. Wb.

ABSES GINGIVAL


PENDAHULUAN


Infeksi adalah masuknya kuman patogen atau toksinnya kedalam tubuh manusia serta menimbulkan gejala penyakit, sedangkan inflamasi adalah reaksi lokal dari tubuh terhadap adanya infeksi atau iritasi dalam berbagai bentuk. Penyakit itu sendiri timbul setelah mengalami beberapa proses fisiologi yang telah dirubah oleh kuman yang masuk. Sehingga tubuh mengadakan reaksi atau perlawanan yang disebut peradangan atau inflamasi.

Peradangan adalah reaksi vaskular yang hasilnya merupakan pengiriman cairan, zat-zat terlarut dan sel-sel darah dari darah yang bersirkulasi kedalam jaringan interstitial pada daerah yang cederaatau yang mengalami nekrotik. Peradangan akut adalah reaksi segera dari tubuh terhadap cedera atau kematian sel. Tanda tanda pokok peradangan adalah dolor (rasa
sakit), rubor (merah), kalor (panas), tumor (pembengkakan) dan fungsio laesa (perubahan fungsi).

Secara harfiah abses merupakan suatu lobang yang berisi nanah dalam jaringan yang sakit. Abses ini merupakan suatu lesi yang bagi tubuh sulit ditangani, karena kecenderungannya untuk meluas dengan mencairnya lebih banyak jaringan, kecenderungan untuk menggalidan resistennya terhadap penyembuhan. Sebenarnya jika sudah terbentuk suatu abses, maka sulit mengirimkan agen-agen teurapetik kedalam abses itu melalui darah.

DEFINISI

Abses merupakan suatu penyakit infeksi yang ditandai oleh adanya lobang yang berisi nanah (pus) dalam jaringan yang sakit. Dental abses artinya abses yang terbentuk didalam jaringan periapikal atau periodontal karena infeksi gigi atau perluasan dari ganggren pulpa. Abses yang terbentuk merusak jaringan periapikal, tulang alveolus, tulang rahang terus menembus kulit pipi dan membentuk fistel

Gusi adalah bagian mukosa mulut yang menutupi proceccus alveolar rahang dan mengelilingi leher gigi. Gingiva adalah bahasa yang digunakan secara umum dalam bidang kedokteran gigi. Sedangkan gusi adalah bahasa pasaran yang digunakan masyarakat secara luas.

Gingiva secara anatomis dibagi atas :

1. Marginal (unattached)

Yaitu tepi atau pinggir gingiva yang mengelilingi gigi. Bagian ini berbatasan dengan attached gingiva atau suatu lekukan dangkal yang disebut free gingival groove . Lebar gingiva kurang lebih 1 mm, dapat dilakukan dengan alat periodontal probe dan permukaan gigi.

2. Attached

Attached gingiva tidak terpisah dengan marginal gingiva. Padat, lenting, (resilient), melekat erat keperiosteal tulang alv. Sampai meluas ke mukosa alv. Yang longgar dengan mudah bergerak dibatasi oleh muko gingival junction.

3. Interdental gingiva Mengisi embrassur gingiva, yaitu ruang proximal, dibawah daerah kontak gigi. IG biasanya terdiri dari 2 papilla di vestibular dan oral.

Abses gingival merupakan suatu nanah yang terjadi pada gusi (gingiva). Terjadi karena faktor iritasi, seperti plak, kalkulus, invasi bakteri, impaksi makanan atau trauma jaringan. Terkadang pula akibat gigi yang akan tumbuh.

PATOFISIOLOGI

Abses gingival sebenarnya adalah komplikasi daripada karies gigi. Bisa juga disebabkan oleh trauma gigi (misalnya apabila gigi patah atau hancur).

Email yang terbuka menyebabkan masuknya bakteri yang akan menginfeksi bagian tengah (pulpa) gigi. Infeksi ini menjalar hingga ke akar gigi dan tulang yang menyokong gigi.

Infeksi menyebabkan terjadinya pengumpulan nanah (terdiri dari jaringan tubuh yang mati, bakteri yang telah mati atau masih hidup dan sel darah putih) dan pembengkakan jaringan dalam gigi. Ini menyebabkan sakit gigi. Jika struktur akar gigi mati, sakit gigi mungkin hilang, tetapi infeksi ini akan meluas terus menerus sehingga menjalar ke jaringan yang lain.

ETIOLOGI

Abses gingiva terjadi ketika terinfeksi bakteri dan menyebar ke rongga mulut atau dalam gigi, Penyebabnya adalah bakteri yang merupakan flora normal dalam mulut. Yaitu bakteri coccus aerob gram positif, dan coccus anaerob gram seperti fusobacteria, Streptococcus sp dan bakteri lainnya. Bakteri terdapat dalam plak yang berisi sisa makanan dan kombinasi dengan air liur. Bakteri-gakteri tersebut dapat menyebabkan karies dentis, gingivitis, dan periodontitis. Jika mencapai jaringan yang lebih dalam melalui nekrosis pulpa dan pocket periodontal dalam, maka akan terjadi infeksi odontogen.

Abses gingival ini terjadi akibat adanya faktor iritasi seperti plak, kalkulus, karies dentis, invasi bakteri (Staphylococcus aureus, Streptococcus, Haemophilis influenzae), inpaksi makanan atau trauma jaringan. Keadaan ini dapat menyebabkan kerusakan tulang alveolar sehingga terjadi gigi goyang.

Gingival abses terjadi ketika bakteri menginfeksi gusi anda, menyebabkan penyakit gusi (yang dikenal sebagai periodontitis). Periodontitis menyebabkan radang di dalam gusi anda, yang dapat membuat jaringan yang mengelilingi akar gigi anda (periodontal ligament) terpisah dari dasar tulang gigi anda. Perpisahan ini menciptakan suatu celah kecil yang dikenal sebagai suatu periodontal pocket, yang sulit untuk dibersihkan, dan membolehkankan bakteri masuk dan menyebar.

Gingival abses selalu terjadi akibat hasil dari :

  • Penanganan gigi yang yang menciptakan periodontal pocket secara kebetulan,
  • Penggunaan antibiotik yang  tidak diperlakukan untuk periodontitis, yang dapat
    menyembunyikan suatu abses, dan
  • Kerusakan pada gusi, walaupun tidak terdapat periodontitis.

MANIFESTASI KLINIK

Gejala utama abses gingiva adalah nyeri pada gigi yang terinfeksi, yang dapat berdenyut dan keras. Pada umumnya nyeri dengan tiba-tiba, dan secara berangsur-angsur bertambah buruk dalam beberapa jam dan beberapa hari. Dapat juga ditemukan nyeri menjalar sampai ketelinga, turun ke rahang dan leher pada sisi gigi yang sakit.

Pembentukan abses ini melalui beberapa stadium dengan masing-masing stadium mempunyai gejala-gejala tersendiri, yaitu:

1. Stadium subperiostal dan periostal

  • Pembengkakan belum terlihat jelas
  • Warna mukosa masih normal
  • Perkusi gigi yang terlibat terasa sakit yang sangat
  • Palpasi sakit dengan konsistensi keras

2. Stadium serosa

  • Abses sudah menembus periosteum dan masuk kedalam tinika serosa dari tulang dan pembengkakan sudah ada
  • Mukosa mengalami hiperemi dan merah
  • Rasa sakit yang mendalam
  • Palpasi sakit dan konsistensi keras, belum ada fluktuasi

3. Stadium sub mukous

  • Pembengkakan jelas tampak
  • Rasa sakit mulai berkurang
  • Mukosa merah dan kadang-kadang terlihat terlihat pucat
  • Perkusi pada gigi yang terlibat terasa sakit
  • Palpasi sedikit sakit dan konsistensi lunak, sudah ada fluktuasi

4. Stadium subkutan

  • Pembengkakan sudah sampai kebawah kulit
  • Warna kulit ditepi pembengkakan merah, tapi tengahnya pucat
  • Konsistensi sangat lunak seperti bisul yang mau pecah
  • Turgor kencang, berkilat dan berfluktuasi tidak nyata

Gejala-gejala umum dari abses gingiva adalah :

  • Gigi terasa sensitif kepada air sejuk atau panas.
  • Rasa pahit di dalam mulut.
  • Nafas berbau busuk.
  • Kelenjar leher bengkak.
  • Bagian rahang bengkak (sangat serius).
  • Suhu badan meningkat tinggi dan kadang-kadang menggigil
  • Denyut nadi cepat atau takikardi
  • Nafsu makan menurun sehingga tubuh menjadi lemas (malaise)
  • Bila otot-otot perkunyahan terkena maka akan terjadi trismus
  • Sukar tidur dan tidak mampu membersihkan mulut
  • Pemeriksaan laboratorium terlihat adanya leukositosis

PENATALAKSANAAN

Satu-satunya cara untuk menyembuhkan abses gingiva adalah mengikuti perawatan gigi. Dokter gigi akan mengobati abses dengan menggunakan prosedur perawatan abses gigi dalam beberapa kasus, pembedahan, atau kedua-duanya.

A. Farmakoterapi

  • Analgesik Abses gingiva sangat nyeri, tetapi dapat digunakan obat penghilang sakit (analgesics), yang tersedia di potik, untuk mengurangi nyeri ketika menunggu perawatan dari dokter gigi. Selalu membaca dan mengikuti informasi pada paket tentang berapa banyak untuk mengambil dan seberapa sering, dan hati-hati untuk penggunaan dosis maximum. Perlu diketahui bahwa obat penghilang sakit tidak bisa menyembuhkan abses gingiva. Analgesics ini biasanya digunakan untuk penundaan perawatan abses gigi.

Ikuti petunjuk di bawah tentang cara pemakaian analgesics dengan aman :

      • Jangan memakai ibuprofen jika menderita asma, atau jika kamu mempunyai, atau pernah mempunyai ulcer gastric.
      • Jangan terlalu sering memakai obat penghilang sakit di satu waktu tanpa lebih dulu berkonsultasi dengan dokter, perawat, healthcare profesional lainnya. Ini dapat berbahayasebab banyak orang over-the-counter ( OTC) produk berisi obat penghilang sakit serupa, seperti paracetamol atau ibuprofen dengan atau tanpa codeine, dan terlalu banyak kombinasi produk.
      • Ibuprofen dan paracetamol kedua-duanya tersedia dalam bentuk sirup untuk anak-anak.
      • Aspirin tidak  cocok untuk anak-anak di bawah umur 16 tahun.
      • Untuk ibu hamil dan menyusui baik digunakan paracetamol
      • Jika nyeri hebat. boleh menentukan analgesics yang lebih kuat, seperti codeine fosfat. sebagai alternatif, jika sedang mengkonsumsi codeine dosis rendah, dokter boleh menyarankan meningkatkan dosis itu.
  • Antibiotics Antibiotik untuk abses gingiva digunakan untuk mencegah penyebaran infeksi, dan dapat dipakai bersama anaigesics (painkiller).  Antibiotik seperti amoxicillin atau metronidazole dapat digunakan jika:
  • wajah bengkak, ini menunjukkan infeksi atau peradangan menyebar ke area sekelilingnya.
  • terlihat tanda-tanda dari infeksi berat, seperti demam atau pembengkakan kelenjar.
  • Daya tahan tubuh menurun, seperti orang yang telah di khemotherapi, atau seperti infeksi HIV positif,
  • Peningkatan faktor resiko seperti diabetes millitus, dan resiko endocarditis.
  • Antibiotik tidak harus digunakan untuk penundaan perawatan gigi. Anda
    harus mengunjungi dokter gigi jika anda mempunyai abses gingiva

B. Dental procedures

Langkah utama yang paling penting dalam penatalaksanaan abses gingiva adalah incisi (dibuka) absesnya, dan didrainase nanah yang berisi bakteri. Prosedur ini pada umumnya dilakukan apabila sudah di anaestesi lokal terlebih dahulu, sehingga area yang sakit akan mati rasa.  Pada abses gingival, dokter gigi akan mengeluarkan nanah (pus), dan secara menyeluruh membersihkan periodontal pocket. Kemudian melicinkan permukaan akar gigi dengan scaling dan garis gusi untuk membantu penyembuhan dan mencegah infeksi atau peradangan lebih lanjut

C. Surgery

Jika terjadi infeksi berulang, anda harus mengunjungi dokter ahli bedah untuk  yang dapat membentuk kembali jaringan gusi untuk selamanya dan memindahkan periodontal pocket. Dalam beberapa kasus, infeksi abses gingiva dapat terulang bahkan setelah prosedur pembedahan. Jika ini terjadi, atau jika gigi telah pecah, mungkin perlu dipindahkan semuanya.

Berikut adalah penatalaksanaan berdasarkan stadium terjadinya abses :
Stadium periostal dan sub periostal Dilakukan trepanasi untuk mengeluarkan nanah dan gas gangren yang terbentuk, kemudian diberikan obat-obatan antibiotika, anti inflamasi, antipiretika, analgesika dan roboransia. Dengan cara ini diharapkan abses tidak meluas dan  dapat sembuh

Stadium serosa Dianjurkan untuk kumur-kumur air garam hangat kuku dan kompres panas, supaya abses masuk kearah rongga mulut

Stadium submukosa dan subkutan Dilakukan insisi dan dimasukkan kain gaas steril atau rubber-dam sebagai drainase, kemudian diberikan obat-obatan antibiotika, antiinflamasi, antipiretika,
analgesika dan roboransia. Pencabutan gigi yang terlibat (menjadi penyebab abses) biasanya dilakukan sesudah pembengkakan sembuh dan keadaan umum penderita membaik. Dalam keadaan abses yang akut tidak boleh dilakukan pencabutan gigi karena manipulasi ekstraksi yang dilakukan dapat menyebarkan radang sehingga mungkin terjadi osteomyelitis.

KOMPLIKASI

  • Gigi tercabut.
  • Infeksi kejaringan lunak (selulitis fasial, angina Ludwig).
  • Infeksi kejaringan tulang (osteomielitis mandibula atau maksila).
  • Infeksi ke bagian tubuh lain menyebabkan abses serebral, endokarditis, pneumonia, dll.
  • Dapat terjadi sepsis

PENCEGAHAN

Untuk mencegah terjadinya abses gingival :

  • Sikat gigi dengan cara yang benar dan gunakan pasta gigi yang nyaman untuk kesehatan gigi dan gusi anda.
  • Periksakan gigi anda rutin tiap 6 bulan sekali ke dokter gigi.
  • Kurangi makanan yang manis dan yang kering.

Bila sudah terjadi abses gingival, ada beberapa hal yang dapat dilakukan untuk membatasi nyeri dan tekanan pada abses gingiva, meliputi:

  • Hindari makanan dan minuman yang terlalu dingin atau terlalu panas,
  • Makan makanan lunak,
  • Makan dengan menggunakan sisi yang berlawanan dari abses, dan
  • penggunaan sikat gigi yang lembut dan serat halus seperti sutra di sekitar gigi yang sakit.
  • Minum obat pereda sakit bila perlu dan jangan menggigit pada gigi yang sakitt.
  • Berkumur air garam hangat sehabis makan untuk membersihkan bagian tersebut (Caranya: Masukkan garam kedalam air hangat, kumur-kumur dan diamkan sebentar air garam tersebut di dalam mulut. Ulangi beberapa kali ).
  • Segera perikasa kedokter gigi

PROGNOSIS

Prognosis dari abses gingiva adalah baik terutama apabila diterapi dengan segera menggunakan antibiotika yang sesuai. Apabila menjadi bentuk kronik, akan
lebih sukar diterapi dan menimbulkan komplikasi yang lebih buruk dan
kemungkinan amputasi lebih besar.

23 Responses to “ABSES GINGIVAL”

  1. dokter abses di gusi saya ini sudah lama muncul dan tak kunjung hilang, abses ini muncul tak lama setelah gigi seri saya ditambal. gigi seri saya sensitif trhadap suhu dan salah satunya terasa mudah bergoyang. abses di gusi ini sering kali pecah dan mengeluarkan darah lalu tak lama setelah itu akan terbentuk abses lagi serta membesar lagi sering kali terasa gatal. bagaimana solusinya? apakah abses saya dapat hilang tanpa resiko pencabutan gigi? soalnya saya ga mau banget kalo gigi depan saya dicabut.

  2. permisi dok,,, saya ingin bertanya..
    saya menderita gejala-gejala seperti penyakit abses gusi. pada awalnya rasa sakit pada daerah gusi belakang (gigi bawah), setelahnya terlihat adanya bengkak pada leher kanan.
    Kemudian daerah tersebut terus saja mengalami easa sakit yang menyebabkan saya harus menguyah makanan di sisi yang berlawanan. Kemudian akhirnya saya menemukan adanya lubang didaerah gusi belakang tersebut. Saya takut sekali. Sekarang rasa sakit itu seperti ngilu. Jikalau saya ke dokter langkah apa yang akan dilakukan dokkter dok? biasanya dokter di daerah itu kan menyepelekan masalah kesehatan begitu. Mohon bantuannya!!!

  3. ass.dok saya mnderita sakit gigi sudah 2 hari,sy ke dokter di ksih obat amoxilillin dan asam femanamat ktanya obat itu aman buat ibu hamil krn saat ini saya lg hamil 6bln,tp setelah minum obat itu gigi saya mlh mnjadi nyeri hebat dan mnjlar ke kepala,setelah 3 jam baru reda nyerinya,apakah itu efek samping obat trsebut?dan bahaya gak buat janin saya?

  4. Dok sy pendrta abses sdh hmpir sthun.. awal ny gigi sy berlobang ,trs saya tambal. Stlh sy tambal timbul bengkak yang kt dokter ny abses.tambalan ny lalu dibuka trs dikasih eganol. Sebulan kemudia abses sy timbul lg. Lalu saya cabut gigi yang tambalan yg saya kira menyebabkan abses. Yg mau sy tanyakan stlah dicabut kok abses ny gk smbuh ya dok alias msh bengkak ?? Mohon pencerahan nya dok…:(

  5. gigirahang atas

  6. Ass. Dok adik sy kena abses gusi dan sudah pecah kluar dr pipi di samping gusi sblah kiri ǰαϑΐ bolong dr luar sy sdah berobat sblmnya dan hasilnya seperti ini sy bwa ke rumah sakit ktanya harus melakukan bedah pelastik memangnya harus seperti ini dok adik sya baru 6 thun hrus melakukan bedah pelastik memangnya tdk ɑ̤̈ϑǻ penanganan lain

  7. makanya sekarang kompetensi dokter Sp.PM sangat diperlukan……..
    Walau sebenarnya ini kasus Sp.Perio, tp pasien nyarinya papan nama drg Spesialis Penyakit Mulut…..
    Btw ada yg ktinggalan, abses ginngival gestasional jg sring terjadi….
    etiologi>ginngival enlargment>trauma>infeksi sekunder

  8. bagus bahasannya…boleh ku simpan?

  9. kira2 gejala apa yg bisa membedakan antara pulpitis irre dan poket periodontal….karena sakitnya sama2 spontan?kalo poket periodontal kira2 apa lagi penanganan yg bagus selain kuretase n root planning?obat kumur apa yg bagus untuk kasus tersebut?trima kasih infonya…..

  10. sy adalah drg fresh graduated……baru2 ini sy menemukan pasien yg sy duga mengalami poket periodontal pd gigi 27. gigi tsb digunakan sbg t4 cengkram parsulnya….keluhan: gigi terasa sakit spontan pd sore smp mlm hari, ngilu pd saat minum air dingin….tampakan klinis tidak ada karies, warna ggv sdkt hiperemis pd marginal, sakit pada saat menekan gusi di dkt ujung akar.hasil ro foto terlihat resesi tulang karena gg 26 sudah dicabut dan gg 28 tdk ada, terlihat ada poket sktr 4mm.apakah benar pasien ini mengalami poket periodontal atau pulpitis irreversible?trima kasih infonya yah

  11. sy adalah drg fresh graduated……baru2 ini sy menemukan pasien yg sy duga mengalami poket periodontal pd gigi 27. gigi tsb digunakan sbg t4 cengkram parsulnya….keluhan: gigi terasa sakit spontan pd sore smp mlm hari, ngilu pd saat minum air dingin….tampakan klinis tidak ada karies, warna ggv sdkt hiperemis pd marginal, sakit pada saat menekan gusi di dkt ujung akar.hasil ro foto terlihat resesi tulang karena gg 26 sudah dicabut dan gg 28 tdk ada, terlihat ada poket sktr 4mm.apakah benar pasien ini mengalami poket periodontal atau pulpitis irreversible?trima kasih infonya…

  12. bole tau daftar pustaka nya tidak??
    thx😀

  13. Mau Share Ya. Propolis merupakan solusi kesehatan untuk berbagai penyakit, termasukgusi dan gigi, yg bekerja secara holistik. Propolis adalah zat yang dihasilkan oleh lebah sebagai obat dan pencegahan penyakit (seperti yang telah dinyataka dalam Q.S. An Nahl Ayat 69). Info tentang propolis dapat kunjungi obatpropolis.com

    semoga bermanfaat
    Rahmah

  14. perlukah kombinasi amoxycillin + metronidazole untuk kasus abses?
    padahal amoxycillin sudah spektrum luas ya??
    trims

    • pada abses biasanya selain terdapat kuman aerob, juga terdapat kuman anaerob juga, nah metronidazol itu untuk membunuh kuman yang anaerob, sedangkan amoxicillin untuk membunuh kuman yang aerob maka nya suka dikombinasi bila terdapat abses. semoga jawabannya berkenan dan terima kasih atas pertanyaanya

  15. saat ini saya sedang menderita abses ginggiva,kira-kira sudah 2 minggu dari gejala awal.tadi siang saya periksakan ke dokter dan diberi 3 macam obat ,terdiri dari,clindaycin,opistan dan corsaneuron.mudah2an segera cepat sembuh dan pulih kembali seperti semula.
    rasanya sakit sekali ,apalagi pada saat makan,benar-benar selera makan hilang.

  16. ass,saya feri mau bertanya tentang penyakit abses ini.
    kira2 sekitar 1 tahun belakangan ini orang tua saya mengalami pembengkakan di bagian leher. setelah didiagnosis oleh dokter yg awalnya mengatakan bahwa orang tua saya menderita penyakit kanker … (di bagian leher)…
    namun pembengkakan yang terjadi di leher orang tua saya bertambah besar sebesar telor dan ini ada 2 bengkakan…
    setelah keluarga memutuskan untuk mengoperasi, ternyata tim dokter mengatakan bahwa menjolan yg tumbuh d leher orang tua saya tidak menempel pada daging maupun lapisan kulit.. dan tindakan untuk operasi tidak jadi dilakukan..
    kira2 1 bulan yg lewat setelah orang tua saya melakukan check up ttg penyakit itu, ternyata dokter yg memeriksa mengatakan bahwa orang tua saya menderita penyakit abses akut.
    yang ingin saya tanyakan, apakah penyakit abses akut ini dapat juga tumbuh d bagian leher?
    sebaiknya orang tua saya memeriksakan kondisi kesehatannya dimana?
    dikarenakan hasil beberapa check up dari dokter2 yg telah dilakukan kami merasa agak ragu dikarenakan belum diketahui secara spesifik penyakit ynag diderita orang tua saya…
    trims..
    wass

    • hmm..untuk diagnosa lbh jelasnya saya tdk bisa mengatakannya, karena utk hal tsb perlu anamnesa dan pemeriksaan lbh mendalam. saya akan mencoba menjawab pertanyaan anda.
      1. abses adalah rongga yg berisi oleh pus (nanah). dan itu terjadi bila ada infeksi di tmp tersebut, jd bs tjd dimana saja. baru2 ini, pd saat saya praktek saya menemukan pasien dgn abses di leher, bahkan sudah pecah & mengeluarkan nanah
      2. mgkn utk mengetahui kondisi org tua anda, coba anda periksakan ke dokter spesialis THT atau spesialis bedah

  17. Aduuuuuuuh serem banget bacanya.apalagi saya sekarang sedang mengalaminya dan hamil 5 bulan pula.sekalipun skrg sudah dalam penanganan dokter dan harus bolak-balik ke dokter gigi seminggu skali,saya kuatir akan mempengaruhi janin…………….


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: