Welcome To My Blog
Assalamualaikum Wr. Wb.

PARTUS PREMATUR



PENDAHULUAN

Prematuritas merupakan penyebab utama dari kelainan dan kematian pada bayi yang baru lahir. Beberapa organ dalam bayi mungkin belum berkembang sepenuhnya sehingga bayi memiliki risiko tinggi untuk menderita penyakit tertentu. Makin pendek masa kehamilannya makin kurang sempurna pertumbuhan alat-alat dalam tubuhnya, dengan akibat makin mudahnya terjadi komplikasi dan makin tingginya angka kematiannya. 4

Partus prematurus merupakan sebab kematian neonatal yang terpenting. Kejadian kurang lebih 7 % dari semua kelahiran hidup.

Penyebab terjadinya kelahiran prematur umumnya tidak diketahui. Namun, 15% dari kelahiran prematur ditemukan pada kehamilan ganda (di dalam rahim terdapat lebih dari satu janin). 6

Rupa-rupanya ada pengaruh ekonomis karena partus prematurus lebih sering terjadi pada golongan dengan penghasilan yang rendah.

Beberapa pakar medis menyebutkan, jarak kehamilan terlalu dekat, aktivitas fisik berlebihan, dan perilaku (buruk) ibu seperti perokok berat, pecandu minuman keras dan obat-obatan terlarang, juga berpotensi mengundang persalinan prematur. 5

Bayi prematur biasanya dikelompokkan dalam tiga kategori, yaitu: bayi prematur sedang (bila bayi lahir pada masa gestasi 35-37 minggu; sangat prematur (bila bayi lahir pada masa gestasi 30-34 minggu); amat sangat prematur (bila bayi lahir pada masa gestasi 25-29minggu). 7 0

Definisi

Partus prematurus atau persalinan premature dapat diartikan sebagai dimulainya kontraksi uterus yang teratur yang disertai pendataran dan atau dilatasi servix serta turunnya bayi pada wanita hamil yang lama kehamilannya kurang dari 37 minggu (kurang dari 259 hari) sejak hari pertama haid terakhir. Dengan berat lahir janin kurang dari 2500 gram. 1

Berdasarkan atas timbulnya bermacam-macam problematic pada derajat prematuritas maka Usher (1975) menggolongkan bayi tersebut dalam tiga kelompok

1. Bayi yang sangat premature (extremely premature) 24-30 minggu

Bayi dengan masa gestasi 24-27 minggu masih sangat sukar hidup terutama di negara yang belum atau sedang berkembang. Bayi dengan masa gestasi 28-30 minggu masih mungkin dapat hidup dengan perawatan yang sangat intensif (perawat yang sangat terlatih dan menggunakan alat-alat yang canggih) agar dicapai hasil yang optimum.

2. Bayi pada derajat premature yang sedang (moderately premature) 31-36 minggu

Pada golongan ini kesanggupan untuk hidup jauh lebih baik dari golongan pertama dan gejala sisa yang dihadapinya di kemudian hari juga lebih ringan dari golongan pertama dan gejala sisa yang dihadapinya dikemudian hari juga lebih ringan , asal saja pengelolaan terhadap bayi ini betul-betul intensif.

3. Borderline premature 37-38 minggu

Bayi ini mempunyai sifat-sifat premature dan matur. Biasanya beratnya seperti bayi matur dan dikelola seperti bayi matur, akan tetapi sering timbul problematic seperti yang dialami bayi premature, misalnya sindroma gangguan pernapasan, hiperbilirubinemia, daya isap yang lemah dan sebagainya, sehingga bayi ini harus diawasi dengan seksama. 5

Etiologi

1. Iatrogenik

  • Sectio caesarea ulangan yang dikerjakan terlalu dini,
  • Pengakhiran yang terlalu dini karena alasan bahwa bayi lebih baik dirawat di bangsal anak daripada dibiarkan dalim rahim. Termasuk di sisn adalah keadaan seperti diabetes maternal, penyakit hipertensi pada kehamilan, erythroblastosis dan retardasi pertumbuhan intrauterine.

2. Spontan

  • Idiopatik. Sebab persalinan prematur tidak diketahui pada 50 % kasus,
  • Ketuban pecah dini,
  • Inkompetensi cervix,
  • Insufisiensi placenta,
  • Overdistensi uterus:
    • kehamilan kembar
    • polyhydramnion
    • janin yang besar
      • Perdarahan pada trimester ketiga:
      • placenta previa
      • abruptio placentae
      • vasa previa
      • Abnormalitas uterus yang mencegah ekspansi:
        • hipoplasia uteri
        • uterus septata atau bicornuata
        • synechiae intrauterine
        • leiomyoma
        • Trauma:
          • jatuh
          • terpukul pada perut
          • tindakan pembedahan
          • Penyakit pada ibu:
            • toxemia
            • anemia
            • penyakit ginjal yang kronis dan penyakit-penyakit demam yang akut
          • Faktor-faktor yang menyertai:
            • status sosioekonomi yang rendah
            • kelompok-kelompok etnik tertentu
            • merokok
            • bakteriuria
            • perawatan prenatal yang jelek. 1
  • Faktor-faktor yang berperan terhadap terjadinya persalinan prematur adalah:
  • Kehamilan di usia muda (usia ibu kurang dari 18 tahun)
  • Pemeriksaan kehamilan yang tidak teratur
  • Golongan sosial-ekonomi rendah
  • Keadaan gizi yang kurang
  • Penyalahgunaan obat
  • Masalah-masalah pada ibu yang menjadi penyebab terjadinya prematuritas dapat berupa :
    • Riwayat persalinan prematur pada kehamilan sebelumnya
    • Kadar alfa-fetoprotein tinggi pada trimester kedua yang penyebabnya tidak diketahui
    • Penyakit atau infeksi yang tidak diobati (misalnya infeksi saluran kemih atau infeksi selaput ketuban)
    • Kelainan pada rahim atau leher rahim
    • Ketuban pecah sebelum waktunya
    • Plasenta previa (uri yang menutup mulut rahim)
    • Pre-eklamsi (suatu keadaan yang biasa terjadi pada trimester kedua kehamilan yang ditandai dengan tekanan darah yang tinggi, adanya protein dalam air kemih, dan pembengkakan pada tungkai)
    • Penyakit jantung
    • Diabetes melitus
  • Perlu diketahui, gejala fisik pada bayi yang prematur, yaitu:
  • Ukuran tubuh yang kecil
  • Berat badan lahir rendah (kurang dari 2,5 kg)
  • Kulitnya tipis, terang, dan berwarna pink (tembus cahaya)
  • Vena di bawah kulit terlihat (kulitnya transparan)
  • Lemak bawah kulitnya sedikit sehingga kulitnya tampak keriput
  • Rambut yang jarang
  • Telinga tipis dan lembek
  • Tangisannya lemah
  • Kepala relatif besar
  • Otot lemah dan aktivitas fisiknya sedikit (seorang bayi prematur cenderung belum memiliki garis tangan atau kaki seperti pada bayi yang lahir cukup bulan)
  • Refleks menghisap dan refleks menelan yang buruk
  • Pernafasan yang tidak teratur
  • Kantung zakar kecil dan lipatannya sedikit (pada anak laki-laki)
  • Labia mayora belum menutupi labia minora (pada anak perempuan). 6

Patofisiologi

Persalinan premature dapat diperkirakan dengan mencari faktor risiko mayor atau minor.

Faktor resiko minor adalah:

  • penyakit yang disertai demam
  • perdarahan pervaginam pada kehamilan lebih dari 12 minggu
  • riwayat pielonefritis
  • merokok lebih dari 10 batang perhari
  • riwayat abortus pada trimester II
  • riwayat abortus trimester I lebih dari 2 kali.

Faktor resiko mayor adalah:

  • kehamilan multiple
  • hidramnion
  • anomali uterus
  • serviks terbuka lebih dari 1 cm pada kehamilan 32 minggu
  • serviks mendatar/ memendekkurang dari 1 cm pada kehamilan 32 minggu
  • riwayat abortus trimester II lebih dari 1 kali
  • riwayat persalinan preterm sebelumnya
  • operasi abdominal pada kehamilan preterm
  • riwayat operasi konisasi
  • iritabilitas uterus.

Pasien tergolong resiko tinggi bila dijumpai 1 atau lebih faktor resiko mayor atau bila ada 2 atau lebih faktor resiko minor atau bila ditemukan keduanya. 2

Diagnosis

# Gejala awal yang dapat timbul :

  1. Rasa nyeri atau tegang pada perut bawah ( low abdominal pain/ cramps)
  2. Nyeri pinggang (low backache)
  3. Rasa penekanan pada jalan lahir
  4. Bertambahnya cairan vagina
  5. Perdarahan/ perdarahan bercak/ lendir bercampur darah.

# Gejala definitif yang dapat timbul memenuhi kriteria persalinan preterm seperti :

  1. Kontraksi uterus yang teratur (1 kali atau lebih dalam 10 menit)
  2. Perubahan serviks seperti:

–    pembukaan serviks ≥ 2 cm

–    Pendataran. 3

Diagnosis Diferensial

–    kontraksi pada kehamilan preterm/ kontraksi Braxton Hicks: sifatnya tidak teratur, tidak ritmis, tidak begitu sakit dan tidak menimbulkan perubahan serviks. 3

Pemeriksaan Penunjang

1. Ultrasonografi: usia kehamilan, besar janin, jumlah janin, cacat bawaan, letak dan mturasi plasenta, volume cairan amnion, kelainan uterus

2. kardiotokografi: kesejahteraan janin, frekuensi dan kekuatan kontraksi

3. pemeriksaan vaginal berkala untuk mengetahui dilatasi/ pemendekan serviks

4. Pemeriksaan surfaktan (amniosentesi)

5. pemeriksaan bakteri vagina

6. pemeriksaan kultur urine

7. Pemeriksaan gas dan pH darah janin.

Pencegahan

Partus prematurus dapat dicegah dengan cara:

# Tindakan umum

  1. dilaksanakan perawatan prenatal, diet, pemberian vitamin dan penjagaan hygiene
  2. aktifitas (kerja, perjalanan, coitus) dibatasi pada pasien-pasien dengan riwayat partus prematurus
  3. penyakit-penyakit panas yang akut harus diobati secara aktif dan segera
  4. keadaan seperti toxemia dan diabetes memerlukan kontrol yang seksama
  5. tindakan pembedahan abdomen yang elektif dan tindakan operatif gigi yang berat harus ditunda.

# Tindakan khusus

  1. pasien-pasien dengan kehamilan kembar harus istirahat di tempat tidur sejak minggu ke-28 hingga minggu ke-36 atau ke-38
  2. fibromyoma uteri, kalau memberikan keluhan, dirawat dengan istirahat di tempat tidur dan analgesia. Pembedahan sedapat mungkin dihindari
  3. placenta previa dirawat dengan istirahat total dan transfusi darah untuk menunda kelahiran bayi sampai tercapai ukuran yang viabel. Tentu saja perdarahan yang hebat memerlukan pembedahan segera
  4. inkompetensi cerviks harus dijahit dalam bagian pertama trimester kedua selama semua persyaratannya dipenuhi
  5. sectio caesarea elektif dan ulangan hanya dilakukan kalau kita yakin bahwa bayi sudah cukup besar. Bahaya pada pembedahan yang terlalu dini adalah kelahiran bayi-bayi yang tidak bisa bertahan hidup
  6. obat-obat dapat digunakan untuk menghentikan persalinan. 1

Pengelolaan

  1. konfirmasi umur kehamilan dengan berbagai cara
  2. penilaian kontraksi uterus (lamanya, intensitasnya, frekuensinya dan pengaruhnya terhadap pembukaan serviks)
  3. pemantauan tanda vital ibu
  4. pemantauan bunyi jantung janin
  5. pemeriksaan tambahan: USG untuk menilai presentasi, biometri janin, anomali, indeks cairan ketuban, pemeriksaan plasenta, morfologi serviks
  6. tirah baring (lateral ke kiri atau semi fowler)
  7. bila diduga ada korioamnionitis, lakukan kultur dan berikan antibiotika
  8. pemberian obat-obat tokolitik
  9. pemberian obat-obatan pematangan paru-paru janin, diberikan pada semua wanita hamil antara 24-34 minggu:

– deksametason 5 mg @ 12 jam (im) sampai 4 dosis

– betametason 12 mg (im) sampai 2 dosis dengan interval 24 jam. 3

Penatalaksanaan pada kelahiran dan persalinan premature

Kelahiran harus berlangsung di rumahsakit-rumahsakit yang dilengkapi dengan special intensive care nurseries atau bangsal anak dengan perawatan intensif khusus. Pemindahan bayi ke rumah sakit rujukan setelah lahir bukan merupakan pendekatan yang memuaskan.

Prinsip bahwa kelahiran bokong yang prematur sebaiknya dilaksanakan dengan sectio caesarea adalah berdasarkan 2 observasi:

  1. sehubungan dengan tubuh janin, kepala janin yang prematur secara proporsional akan lebih besar daripada kepala janin aterm. Badan dapat melewati servik dan panggul tapi bagian lunak janin lahir tidak cukup berdilatasi untuk memberikan ruang bagi kepala sehingga terjadilah kemacetan.
  2. bukti statistik bahwa bayi prematur dengan presentasi bokong lebih aman bila dilahirkan lewat sectio caesarea.

Persalinan

Tindakan yang hati-hati dan tidak kasar merupakan hal yang teramat penting. Bayi prematur dengan tengkorak yang lunak dan daya tahan yang rendah tidak akan mampu menghadapi trauma. Kalau mungkin, kontraksi kuat yang berlebihan dan partus presipitatus harus dihindari. Sayangnya baik bayi maupun uterus tidak siap untuk persalinan yang normal. Sering cervik yang belum matang menambah kesulitan-kesulitan tersebut. Monitoring denyut jantung anak secara terus-menerus merupakan hal yang penting.

Analgesia dan anesthesia

Bayi prematur amat peka terhadap obat-obat yang diberikan kepada ibu untuk meredakan nyeri. Sekalipun dosisnya kecil bisa terjadi depresi pusat-pusat vital yang menyebabkan respirasi terlambat dimulai dan timbul asphyxia. Selama proses persalinan sebaiknya dihindari pemakaian segala jenis narkotik. Kelahiran paling aman dilaksanakan dengan infiltrasi lokal atau pudendal block. Jika diperlukan anesthesi yang lebih dalam, bisa digunakan teknik konduksi seperti epidural block.

Kelahiran

    1. kelahiran harus dilaksanakan secara hati-hati dan perlahan-lahan untuk menghindari kompresi dan dekompresi kepala secara cepat
    2. oksigen diberikan lewat masker kepada ibu selama kelahiran
    3. ketuban tidak boleh dipecahkan secara artifisial. Kantong ketuban berguna sebagai bantal bagi tengkorak prematur yang  lunak dengan sutura-suturanya yang masih terpisah lebar
    4. episiotomi mengurang tekanan pada cranium bayi
    5. foerceps rendah dapat membantu dilatasi bagian lunak jalan lahir dan mengarahkan kepala bayi lewat perineum. Kami lebih menyukai kelahiran spontan kalau keadaannya memungkinkan
    6. ekstraksi bokong tidak boleh dilakukan. Bahaya tambahan pada kelahiran prematur adalah bahwa bokong tidak dapat menghasilkan pelebaran jalan lahir yang cukup untuk menyediakan ruang bagi kepala bayi yang relatif besar
    7. kelahiran presipitatus dan yang tidak ditolong berbahaya bagi bayi-bayi prematur
    8. seorang ahli neonatus harus hadir pada saat kelahiran.

Perawatan Bayi Prematur

  1. posisi kepala di bawah (pada sudut sekitar 30o) dipertahankan untuk memudahkan drainage tractus respiratorius. Jika perdarahan intracranial dicurigai, bayi harus dibaringkan dalam posisi horizontal
  2. sekret diaspirasi dari dalam tengkorak dan hidung secara hati-hati dengan alat pengisap lendir
  3. inkubator sangat menolong karena suhu, kelembaban dan oksigen bisa dikontrol. Atmosfer yang paling baik adalah atmosfer yang hangat. Untuk mencegah terjadinya retrolental fibroplasia, kadar oksigen harus dibawah 40 %
  4. bayi yang apneu harus diberi oksigen selama 1 sampai 2 menit dari kelahiranyya. Diperlukan pernapasan buatan yang memadai. Kami mendapatkan bahwa teknik pernapasan dengan balon dan masker (bag and mask technique) merupakan teknik yang efisien dan aman
  5. tindakan resusitasi harus hati-hati dan tidak kasar. Pemukulan dan pemijatan tidak dianjurkan. Yang paling baik adalah penanganan yang sedikit mungkin
  6. kadang-kadang diperlukan laryngoskop untuk mengeluarkan debris dari dalam tractus respiratorius dan untuk melakukan intubasi guna memasukkan oksigen
  7. respirasi yang sukar dan menetap dapat menunjukkan adanya pneumothorax atau hernia diafragmatika
  8. kalau bayinya terbius oleh obat-obat yang digunakan ibu, maka pengaruh obat-obat depresan ini dapat dilawan dengan pemberian Nalline kepada bayi tersebut. Takarannya adalah 0,2 mg yang diberikan ke dalam vena umbilicalis. Jika berat bayi kurang dari 1000 gram, takarannya adalah 0,1 mg. Obat-obat perangsang tidak boleh digunakan
  9. sekalipun tidak ada kesepakatan apakah tali pusat harus dijepit secara dini ataukah bayi harus diangkat lebih tinggi daripada placenta sampai denyut tali pusat berhenti, namun terdapat kesepakatan bahwa tali pusat tidak boleh diurut ke arah bayi karena darah tambahan yang masuk mendadak ke dalam sirkulasi darah bayi dapat menimbulkan overloading dan memberikan beban kepada jantung

10.  karena prematuritas umumnya disertai kongenital, bayi harus diperiksa dengan cermat

11.  kalau mungkin kelahiran harus dihadiri oleh dokter spesialis anak

12.  bangsal perawatan prematur yang terpisah dengan staf yang terlatih khusus merupakan fasilitas yang amat berharga. 1

13.  yang terbaru adalah metode Kanguru untuk bayi prematur: perawatan ini bisa digunakan sebagai penggnti perawatan dengan inkubator, caranya, dengan mengenakan popok dan tutup kepala pada bayi yang baru lahir. Kemudian, bayi diletakkan di antara payudara ibu dan ditutupi baju ibu yang berfungsi sebagai kantung kanguru. Posisi bayi tegak ketika ibu berdiri atau duduk, dan tengkurap atau miring ketika berbaring. Hal ini dilakukan sepanjang hari oleh ibu atau pengganti ibu (ayah atau anggota keluarga lain). 5

Prognosis Prematur

à        prematur dewasa ini merupakan faktor yang paling sering terjadi yang terkait kematian dan morbiditas bayi. Sebagian besar bayi yang meninggal dalam 28 hari pertama mempunyai bobot yang kurang dari 2500 gram pada saat lahir

à        anoksia 12 kali lebih sering terjadi pada bayi-bayi prematur

à        gangguan respirasi menyebabkan 44 % kematian yang terjadi pada umur kurang dari 1 bulan. Jika berat bayi kurang dari 1000 gram, angka kematian ini naik menjadi 74 %

à        karena lunaknya tulang tengkorak dan immaturitas jaringan otak, bayi prematur lebih rentan terhadap kompresi kepala

à        pada pusat pelayanan yang maju dengan fasilitas yang optimal, bayi yang lahir dengan berat 2000-2500 gram mempunyai harapan hidup lebih dari 97 %, 1500-2000 gram lebih dari 90 %, dan 1000-1500 gram sebesar 65-80 %. 1

Kesimpulan

Normalnya, persalinan terjadi setelah kehamilan berusia 40 minggu. Persalinan tergolong prematur bila berlangsung pada usia antara 20-37 minggu. Selain faktor belum cukup umur, kadang persalinan juga disebut prematur jika berat bayi yang lahir kurang dari 2,5 kg. Meski begitu, sebenarnya, berat badan bayi waktu lahir tidak selalu bisa dihubungkan dengan persalinan prematur. Misalnya, bayi prematur yang lahir dari ibu penderita diabetes, kadang lebih berat dibanding bayi normal. Tapi, karena lahir lebih cepat, ia tetap saja menyandang masalah khas bayi prematur, seperti organ pencernaan atau paru-paru yang belum sempurna. Dalam keadaan demikian, bayi belum siap untuk hidup di luar rahim. Karenanya, ia “wajib” tinggal di kotak pemanas (inkubator) hingga cukup kuat hidup tanpa perlindungan. 5

Makin rendah masa gestasi dan makin kecil bayi yang dilahirkan makin tinggi morbiditas dan mortalitasnya. Dengan pengelolaan yang optimal dan dengan cara-cara yang kompleks serta menggunakan alat-alat yang canggih, beberapa gangguan yang berhubungan dengan prematuritasnya dapat diobati. Dengan demikian gejala sisa yang mungkin diderita kemudian hari dapat dicegah atau dikurangi. 4

Pemicu kasus kelahiran prematur cukup beragam, di antaranya masalah umur ibu. Usia ideal wanita untuk mengandung antara 20-35 tahun. Lebih dari 35 atau kurang dari 20 tahun akan berisiko tinggi. Mungkin juga kelahiran prematur terjadi karena penyakit atau kelainan yang diderita ibu, seperti tekanan darah tinggi, jantung, diabetes, lever, mulut rahim lemah, infeksi saluran kencing, dan sebagainya.

Beberapa pakar medis menyebutkan, jarak kehamilan terlalu dekat, aktivitas fisik berlebihan, dan perilaku (buruk) ibu seperti perokok berat, pecandu minuman keras dan obat-obatan terlarang, juga berpotensi mengundang persalinan prematur.

Saran

Mengingat seriusnya masalah yang dihadapi bayi prematur, maka sebaiknya ibu hamil menghindari kemungkinan persalinan yang terlalu cepat. Dengan modal pengetahuan ini, diharapkan ibu hamil dapat minta pertolongan sedini mungkin.

kelahiran dini sebenarnya dapat dicegah. Hal ini dapat terjadi kalau penyebabnya sudah diketahui, sehingga penanganan bisa segera dilakukan. Misalnya karena mulut rahimnya lemah. Pada keadaan ini, dokter akan melakukan tindakan menjahit atau mengikat mulut rahim. Jahitan tersebut akan dibuka saat kelahiran sudah tiba.

Dianjurkan istirahat dan lebih berhati-hati pada sang ibu. Demikian juga pada ibu yang mengalami stres, disarankan untuk istirahat total, baik fisik ataupun psikis. Pada keadaan ini, penanganan sering tanpa pemberian obat-obatan.

Kalau ibu termasuk golongan berisiko tinggi melahirkan prematur, cara yang dapat ditempuh adalah memeriksakan diri secara teratur kepada dokter. Kalau selama ini ibu seorang pekerja keras, sebaiknya selama hamil kegiatan itu dibatasi, untuk menghindari kelelahan.

Jangan bebani pikiran dengan berbagai persoalan, sehingga membuat stres. Hentikan kebiasaan buruk seperti merokok. Hindari pula minuman beralkohol dan obat-obatan tanpa berkonsultasi terlebih dahulu dengan dokter.

Satu hal perlu diingat, sebaiknya ibu tidak melanggar anjuran dokter. Jika tidak, bisa-bisa si kecil jadi tak sabar ingin segera melihat dunia, meskipun itu bisa membahayakan kesehatannya.

7 Responses to “PARTUS PREMATUR”

  1. I am sure this post has touched all the internet people, its really really
    fastidious post on building up new website.

  2. bgs bgt ni isinya,,
    minta dapusnya donk,,hhi😀

  3. terima kasih byk atas infonya..
    sangat membantu saya mengerjakan lapsus..
    ^^

  4. mana daftar pustakanya

  5. wahh. ini tuh info yg ngebantu aku banget dala memahami apa itu bayi prematur. thanks

  6. daftar pustakanya apa ya

  7. wah bagus sekali…🙂
    Trim’s atas sharingnya


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: