Welcome To My Blog
Assalamualaikum Wr. Wb.

PLASENTA PREVIA


PLASENTA PREVIA

Plasenta previa ialah plasenta yang ada didepan jalan lahir (pra: didepan, via: jalan), jadi yang dimaksud ialah plasenta yang implantasinya tidak normal yaitu yang rendah sekali, sehingga menutupi seluruh bagian/sebagian ostium uteri.

Klasifikasi plasenta previa didasarakn atas terabanya jaringan plasenta melalui pembukaan jalan lahir pada waktu tertentu.

  • Plasenta Previa Totalis

Apabila seluruh pembukaan tertutup oleh jaringan plasenta

  • Plasenta Previa Parsialis

Apabila sebagian pembukaan tertutup oleh sebagian jaringan plasenta

  • Plasenta Previa Marginalis

Apabila pinggir plasenta berada tepat pada pinggir pembukaan

  • Plasenta Letak Rendah

Pinggir plasenta berada kurang lebih 3-4 cm diatas pinggir pembukaan, sehingga tidak teraba pada pembukaan jalan lahir.

Etiologi

Mengapa plasenta berimplantasi pada segmen bawah rahim tidak selalu jelas dapat diterangkan bebrapa pendapat dapat mengatakan bahwa, hal ini dapat dihubungkan dengan keadaan endometrium yang vaskularisasinya berkurang atau perubahan atrofi pada desidua akibat persalinan yang lampau menyebabkan bahwa plasenta harus tumbuh menjadi luas untuk mencukupi kebutuhan janin. Predisposisis multiparitas, umur lanjut, bekas seksio sesaria, kuratase yang berulang-ulang, mioma uteri daoat meningkatkan resiko plasenta previa. Berdasarkan hal ini agaknya tiap insisi pada uterus karean alasan lain seperti miomektomi juga meningkatkan prevalensi previa walaupun studi tentang hal ini belum ada.

Riwayat seksio sesaria tergantung hubungan antara peningkatan insiden plasenta previa dengan 3 atau lebih operasi sesaria diduga yang berperan adalah insisi histerktomi.

Sebab lain adalah plasenta yang luas, yang membentang pada daerah yang luas dalam uterus, seperti yang terlihat pada janin eritroblastosis dan kehamilan kembar. Pada plasenta yang luas bagian bawah plasenta terkadang mendekati daerah ostium uteri menutupi seluruh/sebagian ostium. Kadang-kadang plasenta previa disertai plasenta akreta adalah salah satu bentuk yang lebih berat yaitu plasenta inkreta/perkreta. Plasenta yang melekat erat semacam itu disebabkan pertumbuhan desidua pada segmen bawah uterus tidak baik.

Gejala Klinik

  1. Perdarahan tanpa alasan dan tanpa rasa nyeri

Merupakan gejala utama dan pertama dari plasenta previa. Perdarahn dapt terjadi selagi penderita tidur/bekerja biasa dan darah berwarna merah segar. Perdarahn pertama biasanya tidak banyak, sehingga tidak berakibat fatal. Perdarahanh berikutnya selalu lebih banyak daripada sebelumnya, apalagi kalau sebelumnya telah dilakukan pemeriksaan dalam. makin rendah letek plasenta makin dini perdarahan terjadi.

Biasanya perdarahan karena pemeriksaan dalam baru timbul setelah bulan ke 7 (trimester III).

  1. Turunnya bagian bawah janin kedalam PAP akan terhalang oleh karena adanya plasenta dibagian bawah uterua. Bila janin dalam presentasi kepala dapat ditemukan:

–          Plasenta previa totalis, kepala belum masuk PAP

–          Plasenta previa parsialis, kepala mengolok kesamping

–          Plasenta previa posterior, kepala menonjol diatas sympisis

–          Plasenta previa anterior, bagian terbawah sukar ditemukan

  1. Kelainan letak, disebabkan karena plasenta menghambat masuknya bagian terendah janin kedalam PAP dan ukuran panjang uterus berkembang.
  2. Pada pemeriksaan jalan lahir teraba jaringan plasenta (lunak)
  3. Dapat disertai gawat janin sampai kematian janin tergantung beratnya.

Kemungkinan infeksi nifas besar, karenan luka plasenta lebih dekat pada rektum dan merupakan porte d’ entree yang mudah tercapai, lagipula pasien biasanya anemis karena perdarahan sehingga daya tahannya lemah.

Diagnosis

Pada setiap perdarahan antepartum, pertama kali harus dicurigai bahwa penyebabnya ialah plasenta previa sampai kemudian ternyata dugaan itu salah.

Anamnesis:

Perdarahan jalan lahir pada kehamilan setelah 22 minggu berlangsung tanpa nyeri, tanpa alasan terutama pada multigravida, darah merah segar.

Pemeriksaan Fisis umum:

Keadaan umum atau tanda vital ibu mungkin dapat baik sampai buruk, tergantung beratnya perdarahan.

Pemeriksaan Luar:

Bagian terbawah janin biasanya belum masuk pintu atas panggul. Apabila presentasi kepala, biasanya kepala masih terapung diatas pintu panggul. Tidak jarang terdapat kelainan letak janin, seperti letak lintang atau sungsang.

Pemeriksaan In spekulo:

Pemeriksaan ini bertujuan untuk mengetahui apakah perdarahan berasal dari ostium uteri eksternum atau dari kelainan servix dan vagina, seperti erosi porsio uteri, karsinoma porsio uteri, polipus servisis uteri, varises vulva dan trauma. Apabila perdarahan berasal dari ostium uteri eksternum, adanya plasenta previa harus dicurigai.

Pada kecugaan plasenta previa, pemeriksaan vaginal taucer harus hati-hati, lakukan perabaan fornices, diluar atau porsio servix, dan jangan masukkan jari kedalam kanalis servikalis. Pada perabaan porsio dapat ditemukan bagian area yang lunak (Deskripsi posisi daerah lunak dengan ”jam berapa”)

Idealnya pemeriksaan ini dilakukan dalam keadaan siap operasi. Dalam keadaan siap operasi unruk menastikan diagnosis, jari dapat dimasukkan kedalam kanalis, dan jika teraba jaringan lunak atau kotiledon plasenta, pemeriksaan dihentikan dan tangan dikeluarkan, karena trauma pemeriksaan terhadap jaringan plasenta dapat menimbulkan perdarahan sangat bayak dan cepat.

Pemeriksaan penunjang

  1. Laboratorium           : Hb, Ht, trombosit, waktu pembekuan darah, waktu protrombin, waktu tromboplastin, elektrolit plasma.
  2. Kardiotokografi        : Untuk menilai status janin
  3. Ultrasonografi          : Menilai letak plasenta, usia gestasi keadaan janin.

Penanganan

Prinsip dasar penanganan setiap ibu dengan perdarahan antepartum harus segera dikirim kerumah sakit yang memiliki fasilitas tranfusi darah dan operasi.

  1. Pertolongan Pertama
  • Jangan melakukan pemeriksaan dalam pada pasien dengan perdarahan antepartum diluar keadaan siap operasi segera karena dapat menambah perdarahan. Pemasangan tampon vagina selain tidak berguna untuk menghentikan perdarahan malah dapat menambah perdarahan karena sentuhan pada serviks dan saat pemasangannya.
  • IVFD
  • Cross match dan sedia darah
  1. Penanganan di rumah sakit

Pemilihan tindakan untuk terapi dan kapan dilaksanakannya tergantung pada:

  • Jumlah perdarahan
  • Keadaan ibu dan anak
  • Besar pembukaan
  • Tingkat plasenta previa
  • Paritas

Cara manapun yang dipilih diperlukan persediaan darah yang cukup.

  1. Penangan pasif/ekspektatif

Pada keadaan:

  • Perdarahan tak akan membahayakan ibu dan janin(keadaan umum ibu dan janin baik dan Hb normal)
  • TBJ < 2500 gram
  • Kehamilan <36 minggu
  • Belum inpartu
  • Perdarahan pertama kali sedikit
  • Tidak ada kontraksi

Penanganan ini berdasarkan bahwa perdarahan pertama pada plasenta previa jarang fatal bila sebelumnya dilakukan pemeriksaan dalam. Bahkan berikutnya jarang fatal bila ibu tidak anemis dan tak dilakukan pemeriksaan dalam. Maksud lain adakah untuk menghindarkan persalinan janin preterm. Kehamilan dapat dipertahankan selama penggantian darah adekuat dan tidak ada tanda-tanda fetal disstress. Penanganan pasif membutuhkan fasilitas dan perhatian optimal

  • Penderita harus dirawat sejak perdarahan pertama sampai diagnosa plasenta Previa dapat disingkirkan atau sampai bersalin (janin aterm/BB >2500 gram)
  • Tranfusi dan opersi harus selalu siap
  • Anemia diatasi
  • Penilaian banyaknya perdarahan melalui pemeriksaan Hb dan Ht berkala
  • Penentuan letak plasenta secara tidak langsung
  • emberian antibiotik
  • Monitoring kesejahteraan janin
  • Pemberian kortikosteroid untuk pematangan paru janin.
  1. Penangan Aktif

Dilakukan bila:

  • Perdarahan berlangsung terus dan membahayakan ibu dan atau janin
  • Usia kehamilan > 36 minggu
  • TBJ>2500 gram
  • Inpartu, ketuban –
  • Ada kontraksi

Pemilihan cara tergantung

  • Derajat plasenta previa
  • Paritas
  • Banyaknya perdarahan

Persalinan dapat dilakukan pervaginum dan seksio seseria, tergantung dari letak atau derajat plasenta previa, keadaan umum ibu, keadaaan jiwa janin.

  1. Pervaginum

Misalnya pada kasus plasenta previa marginalis atau plasenta letak rendah. Diharapkan penurunan janin akan  dapat menekan plasenta dan menghentikan perdarahan. Tapi penekanan terhadap plasenta juga berarti supresi terhadap sirkulasi feto-maternal. Jika berlangsung lama dapat menyebabkan kematian janin, tampaknya SC tetap menjadi alternatif terbaik. Persalinan pervaginun hanya dilakukan pada keadaan SC tidak mungkin dilakukan, tetap dengan pemahaman bahwa prognosis keselamatan janin pada persalinan pervaginum adalah buruk.

Caranya dengan:

  • Pemecahan ketuban dan diikuti oksitosin bila his jelek/tidak ada
  • Cunam Willet
  • Versi Braxton Hicks

Baik versi Braxton Hicks maupun traksi dengan Cunam Willet sudah ditinggalkan dalam dunia kebidanan mutahir, karena SC jauh lebih aman bagi ibu dan janinnya daripada kedua cara.

  1. Perabdominan (seksio Sesarea)

Maksudnya mengangkat sumber perdarahan dan memberi kesempatan uterus untuk berkontraksi disamping menghindari perlukaan serviks dan segmen bawah rahim yang rapuh bila dilakukan persalinan pervaginum.

Seksio sesaria terutama dilakukan pada:

  • Plasenta previa totalis
  • Perdarahan banyak, berulang (biasnya disebabkan oleh plasenta previa yang lebih berat atau vaskularisasi yang berlebihan pada segmen bawah rahim atau serviks)
  • Plasenta previa dibelakang
  • Plasenta previa parsialis pada primigravida

Plasenta letak rendah, plasenta previa marginalis dan plasenta previa parsialis dengan pembekuan > 5 cm pada multigravida bila perdarahan sedikit dapat partus pervaginum setelah dilakukan amniotomi. Bila perdarahan banyak dilakukan SEKSIO SESAREA diikuti dengan histerktomi bila perdarahan postpartum sulit diatasi atau sterilisasi.

Komplikasi

  1. Maternal:
  • Shock
  • Perdarahan
  • Endometrosis postpartum
  1. Fetal
  • Prematurias

Prognosis

Karena dahulu penanganan relatif bersifat konservatif, maka moralitas dan morbilitas ibu dan bayi tinggi, mortalitas ibu mencapai 8-10% dan mortalitas janin 50-80%

Sekarang penanganan relatif bersifat operatif dini, maka angka kematian dan kesakitan disebabkan perdarahan, infeksi, dan trauma karean tindakan. Kematian perinatal juga turun menjadi 7-25% terutama disebabkan oleh prematiritas, asfiksia dan persalinan buatan(tindakan).

No Responses to “PLASENTA PREVIA”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: