Welcome To My Blog
Assalamualaikum Wr. Wb.

MENINGITIS TBC


DEFINISI

Meningitis TBC adalah infeksi mycobacterium tuberculosis yang mengenai arachnoid, piameter dan cairan cerebrospinal di dalam sistem ventrikel.

Akibatnya akan terjadi infiltrasi sel radang disertai reaksi radang dari jaringan dan pembuluh darah didalamnya. Juga terjadi eksudasi dari fibrinogen yang sesudah beberapa waktu akan menjadi fibrin. Hal diatas yang disebabkan oleh toksin yang dibuat bakteri akan memberikan gejala SINDROMA MENINGITIS yaitu berupa:

  • Demam
  • Nyeri kepala hebat
  • Gangguan kesadaran
  • Kejang – kejang

Dan adanya tanda RANGSANGAN MENINGEAL, berupa :

  • Kaku kuduk
  • Tes brudzinsky positif
  • Tes kernig yang positif

Meningitis Serosa adalah radang selaput otak arakhnoid dan piamater yang sering disebabkan oleh kuman spesifik seperti Mycobacterium tuberculosa dan Spirochaeta pallida.

PATOGENESIS

Meningitis tuberkulosis terjadi akibat reaktivasi lambat suatu infeksi pada daerah otak sendiri dan paru – paru. Akibat reaktivasi terjadi penjalaran kuman tuberkulosis ke susunan saraf pusat melalui bakteremia.

Kuman tuberkulosis yang dorman di dalam paru – paru akan aktif kembali jika terdapat infeksi dan imunitas yang menurun. Terbentuk FOKUS RICH oleh kuman tuberkulosis pada ruang subarachnoid di hemisfer serebri. Kuman tuberkulosis menyebar secara hematogen ke Fokus Rich yang berada di ruang subarachnoid. Meningitis tuberkulosis baru terjadi setelah kuman tuberkulosis menyebar langsung dalam ruang subarachnoid akibat ruptur dari fokus rich.

Keadaan dan luas lesi pada meningitis tuberkulosis tergantung dari jumlah dan virulensi kuman serta keadaan kekebalan atau alergi penderita. Bilamana jumlah kuman sedikit dan daya tahan tubuh penderita cukup baik, maka reaksi peradangan terbatas pada daerah sekitar tuberkel perkijuan. Bilamana didapatkan reaksi hipersensitif yang hebat, maka akan terjadi meningitis tuberkulosis yang luas disertai peradangan hebat dan nekrosis.

GEJALA KLINIS

Gejala klinis meningitis tuberculosa disebabkan 4 macam efek terhadap sistem saraf pusat yaitu :

  1. Iritasi mekanik akibat eksudat meningen, menyebabkan gejala perangsangan meningens, gangguan saraf otak dan hidrosefalus.
  2. Perluasan infeksi ke dalam parenkim otak, menyebabkan gejala penurunan kesadaran, kejang epileptik serta gejala defisit neurologi fokal.
  3. Arteritis dan oklusi pembuluh darah menimbulkan gejala defisit neurologi fokal.
  4. Respons alergi atau hipersensitifitas menyebabkan edema otak hebat dan tekanan tinggi intrakranial tanpa disertai hidrosefalus.

Gambaran klasik meningitis tuberkulosa terdiri dari :

  1. Stadium Prodromal

Stadium ini berlangsung selama 1 – 3 minggu dan terdiri dari keluhan umum seperti :

  • Kenaikan suhu tubuh yang berkisar antara 38,2 – 38,90 C
  • Nyeri kepala
  • Mual dan muntah
  • Tidak ada nafsu makan
  • Penurunan berat badan
  • Apati dan malaise
  • Kaku kuduk dengan brudzinsky dan kernig tes positif
  • Defisit neurologi fokal : hemiparesis dan kelumpuhan saraf otak
  • Gejala TTIK seperti edema papil, kejang – kejang, penurunan kesadaran sampai koma, posisi dekortikasi atau deserebrasi.
  1. Stadium perangsangan meningen
  1. Stadium kerusakan otak setempat
  1. Stadium akhir atau stadium kerusakan otak difus

Pembagian stadium meningitis tuberkulosis menurut Medical Research Council of Great Britain ( 1948 ) :

  • Stadium I :

Penderita dengan sedikit atau tanpa gejala klinik meningitis. Tidak didapatkan kelumpuhan dan sadar penuh. Penderita tampak tak sehat, suhu subfebris, nyeri kepala.

  • Stadium II :

Selain gejala diatas bisa didapat gejala defisit neurologi fokal

  • Stadium III :

Gejala diatas disertai penurunan kesadaran.

PEMERIKSAAN PENUNJANG

  1. Pemeriksaan cairan serebrospinal ( CSS )
  • ü      Pemeriksaan CSS merupakan kunci diagnostik untuk meningitis tuberkulosis.
  • ü      Pemeriksaan CSS akan memberikan gambaran jernih / opalesen, kekuningan sampai dengan xantokrom, tekanan meninggi.
  • ü      Tes Nonne dan Pandy positif kuat menunjukkan peningkatan kadar protein.
  • ü      Hitung sel meningkat 100 – 500, terutama limfositik mononuklear.
  • ü      Kadar glukosa menurun < 40mg% tetapi tidak sampai 0 mg%.
  • ü      Pada pengecatan dengan Ziehl Neelsen dan biakan akan ditemukan kuman mycobacterium tuberkulosis.
  • ü      Bila beberapa cc CSS dibiarkan dalam tabung reaksi selama 24 jam akan terbentuk endapan fibrin berupa sarang laba – laba.

2. Pemeriksaan darah

  • ü      Terdapat kenaikan laju endap darah ( LED )
  • ü      Jumlah leukosit dapat meningkat sampai 20.000

3. Tes tuberkulin

  • ü      Tes tuberkulin seringkali positif tetapi dapat negatif bila keadaan umum penderita buruk.

4. Foto roentgen thoraks

  • ü      Umumnya menunjukkan tanda infeksi tuberkulosis aktif (infiltrat terutama di apex paru)

DIAGNOSA

Kriteria diagnosis menurut Medical Research Council of Great Britain       ( 1984 ) :

  1. Penderita dengan pemeriksaan klinik yang sesuai pembagian klinik Medical Research Council ( 1984 ) disertai dengan :
  • Kelainan CSS seperti pleositosis dengan dominan limposit, peninggian kadar protein dan penurunan kadar gula serta natrium klorida. Pada isolasi dapat ditemukan kuman tuberkulosis.
  • Kontak dengan penderita tuberkulosis positif
  • Tes mountox positif
  • Pada pemeriksaan fundus ditemukan tuberkel koroid.
  1. Penderita dengan diagnosis tuberkulosis dan disertai demam, iritabilitas, penurunan kesadaran sampai muntah, maka perlu dipikirkan kearah kemungkinan suatu meningitis tuberkulosis.

KOMPLIKASI

Komplikasi yang timbul pada meningitis tuberkulosis :

  1. Oftalmoplegia
  2. Pan arteritis hemiplegia
  3. Hidrosefalus
  4. Arachnoiditis

PENGOBATAN

Diberikan obat – obatan spesifik yaitu :

-          INH              : Dewasa 10 – 15 mg / kgBB / hari

Anak 20 mg / kgBB / hari

-          Rifampisin    : 450 – 600mg/ kgBB / hari

-           Etambutol  : 65 mg / kgBB / hari

-          Pirazinamid  : 1500 mg / kgBB / hari

-          Streptomisin: 1 gram

Regimen yang diberikan dalam 2 bulan pertama :

  • INH              : 300 mg / hari
  • Rifampisin : 450 mg / hari
  • Etambuthol   : 1000 mg / hari
  • Pirazinamid  : 1500 mg / hari

Bila terdapat induced hepatitis, pemberian rifampisin dan pirazinamid dihentikan dan diganti dengan streptomisin 1 gram

Regimen yang diberikan 10 bulan berikutnya :

  • Rifampisin 600 mg / hari
  • INH 400 mg / hari

PROGNOSA

Angka kematian pada umumnya 50%. Prognosis buruk pada bayi dan orang tua.

About these ads

13 Responses to “MENINGITIS TBC”

  1. ngggk bagus

  2. terima kasih sngat membantu to tgs sy

  3. Ini terjadi pd adikku yuli handayani yg tlh meninggal pd tgl 26 sept 2012 di usia 32 thn dgn proses kematian yg sangat singkat 24 s d 48 jam

  4. terima kasih, sangat membantu dalam penyusunan nskripsi saya

  5. sangat membantu sekali khususnya untuk yg msh awam.
    .thanks..

  6. thank so much
    sangat membantu tuk lapkas saya….
    goodluck

  7. terima kasih ya bang,,,

  8. Terimakasih….membantu sekali untuk bahan referat saya…


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: