Welcome To My Blog
Assalamualaikum Wr. Wb.

RINITIS VASOMOTOR


DEFINISI

Merupakan gangguan fisiologik lapisan mukosa nasal yang disebabkan bertambahnya aktivitas parasimpatis dan ditandai edema yang persisten.

ETIOLOGI

Belum diketahui, tapi diduga sebagai gangguan keseimbangan fungsi vasomotor. Maka disebut juga sebagai vasomotor catarrh / Vasomotor rinorrhea, nasal vasomotor instability atau non spesifik allergic rhinitis. Kelainan ini mempunyai gejala yang mirip rinitis alergi.

Saraf otonom mukosa hidung berasal dari n.vidianus yang mengandung serat saraf simpatis dan serat saraf parasimpatis. Rasangan saraf parasimpatis menyebabkan dilatasi pembuluh darah dalam konka serta meningkatkan permeabilitas kapiler dan sekresi kelenjar. Sedangkan rangsangan pada serat saraf simpatis menimbulkan efek yang sebaliknya yaitu vasokontriksi nasal yang hebat dan pengurangan produksi mucus.

Keseimbangan vasomotor ini dipengaruhi oleh berbagai faktor yang berlangsung temporer, seperti emosi, posisi tubuh, kelembaban udara, perubahan suhu luar, latihan jasmani dan sebagainya, yang pada keadaan normal faktor-faktor tadi tidak dirasakan sebagai gangguan oleh individu tersebut.

Pada penderita rinitis vasomotor, mekanisme pengatur ini hiperaktif dan cenderung saraf parasimpatis lebih aktif.

PATHOGENESIS

1. Obat-obatan yang menekan dan menghambat kerja saraf simpatis, seperti ergotamin, chlorpromazin, obat anti hipertensi dan obat vasokonstriktor topical.

Contoh: Narkotik Antihypertensive, bahan sekat sympathetic, mungkin dapat menyebabkan hidung mengeluarkan tetesan bukan akibat desakan symptomatic dan semprotan nasal. Penggunaan jangka panjang obat-obatan seperti ini mungkin dapat menyebabkan suatu hypertrophic rhinitis,

2. Faktor fisik, seperti iritasi oleh asap rokok, udara dingin, kelembaban udara yang tinggi dan bau yang merangsang.

Contoh: Suhu udara yang dingin menyebabkan vasokonstriksi dan suhu udara yang hangat menyebabkan vasodilatasi. Sedangkan perubahan lingkungan suhu secara tiba-tiba mungkin merangsang penyempitan nasal atau rhinorrhea.

3. Faktor endokrin, seperti keadaan kehamilan, pubertas, pemakaian pil anti hamil dan hipotiroidisme.

Contoh: Hormon Estrogen merangsang penyempitan pembuluh darah membran nasal. Selama kehamilan, hormon estrogen meningkat dan gejala-gejala penyempitan nasal biasanya mulai pada waktu kehamilan telah mencapai usia empat bulan dan meningkat pada saat usia lima bulan seiring dengan proses produksi estrogen yang meningkat. Gejala akan hilang dengan spontan pada kebanyakan pasien.

4. Faktor psikis, seperti rasa cemas, tegang dan sebagainya.

GEJALA KLINIS

Gejala yang didapat pada rinitis vasomotor ialah hidung tersumbat, bergantian kiri dan kanan, tergantung pada posisi pasien. Selain itu terdapat rhinorrhea yang mucus atau serous, kadang-kadang agak banyak. Keluhan ini jarang disertai dengan bersin, dan tidak terdapat rasa gatal di mata. Rinitis vasomotor dapat menyerang segala usia.

Gejala dapat memburuk pada pagi hari waktu bangun tidur oleh karena adanya perubahan suhu yang ekstrim, udara lembab, juga oleh karena asap rokok, alcohol, makanan pedas, bau, cahaya terang, emotional stress, dan sebagainya. Tetapi gejala ini jarang melibatkan mata, telinga, sinus dan tidak terdapat conjunctivitis.

Berdasarkan gejala yang menonjol, kelainan ini dibedakan dalam 2 golongan, yaitu golongan obstruksi (blockers) dan golongan rinore (sneezers).

Prognosis pengobatan golongan obstruksi lebih baik daripada golongan rhinorrhea. Oleh karena golongan rinore sangat mirip dengan rinitis alergi, perlu anamnesis dan pemeriksaan yang teliti untuk memastikan diagnosisnya.

DIAGNOSA

Dalam anamnesis dicari faktor yang mempengaruhi keseimbangan vasomotor, dan disingkirkan kemungkinan rinitis alergi.

Pada pemeriksaan rinoskopi anterior tampak gambaran klasik berupa edema mukosa hidung, konka berwarna merah gelap atau merah tua (karakteristik), tetapi dapat pula pucat. Hal ini perlu dibedakan dengan rinitis alergi. Permukaan konka dapat licin atau berbenjol (tidak rata). Pada rongga hidung terdapat secret mukoid, biasanya sedikit. Akan tetapi pada golongan rinore secret yang ditemukan ialah serus dan banyak jumlahnya.

Pemeriksaan laboratorik dilakukan untuk menyingkirkan kemungkinan rinitis alergi. Kadang-kadang ditemukan juga eosinofil pada secret hidung, akan tetapi dalam jumlah sedikit. Pada pemeriksaan serum tidak ditemukan adanya eosinofil. Tes imunologi dengan RAST, MAST, dan ELISA hasilnya semua negatif. Tes kulit biasanya negatif. Bila pada tes ini hasilnya positif biasanya hanya kebetulan. Sedangkan pada tes radiologi hasilnya menunjukkan sinusitis akut atau kronik.

TERAPI

Pengobatan pada rinitis vasomotor bervariasi, tergantung pada faktor penyebab dan gejala yang menonjol.

Secara garis besar, pengobatan dibagi dalam :

  • Pencegahan

Mengidentifikasi iritans dan melakukan terapi preventif yaitu dengan menghindari penyebab.

  • Pengobatan simptomatis

Dengan obat-obatan dekongestan oral, diatermik, kauterisasi konka yang hipertrofi dengan memakai larutan AgNo3 25% atau trichloroasetat pekat. Dapat juga diberikan kortikosteroid topikal, misalnya Budesonid, 2 kali sehari dengan dosis 100-200 ug sehari. Dosis dapat ditingkatkan sampai 400 ug sehari. Hasilnya akan terlihat setelah pemakaian paling sedikit selama dua minggu. Juga ada intranasal kortikosteroid yang lain yaitu Flonase, Buconase.

  • Operasi

Dengan cara bedah beku, elektrokauter, atau konkotomi konka inferior.

  • Neuroktomi n.vidianus

Yaitu dengan melakukan pemotongan pada n.vidianus, bila dengan cara diatas tidak memberikan hasil. Operasi ini tidaklah mudah, dapat menimbulkan komplikasi, seperti sinusitis, diplopia, buta, gangguan lakrimasi, neuralgia atau anestesis infraorbita dan anestesis palatum.

One Response to “RINITIS VASOMOTOR”

  1. terima kasih ya..sy memang sedang mencari info ini..sy tengah mengalami rhinitis vasomotor..trims🙂


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: