Welcome To My Blog
Assalamualaikum Wr. Wb.

KISTA PARU


PENDAHULUAN

Kista, menurut DR. dr. T. Z.Jacoeb, SpOG-KFER, berarti kantong abnormal yang berisi cairan abnormal di seluruh tubuh. Jadi sebenarnya kista tak hanya bisa tumbuh di indung telur atau di ujung saluran telur (fimbria) namun juga di kulit, paru-paru, usus bahkan otak. Bila produksi cairan di dalam kantong kista bertambah maka kista pun akan membesar. “Lambat laun kantong kista menipis dan sangat mungkin pecah. Sama halnya dengan balon yang rawan pecah saat ditiup semakin besar, ” tambah Spesialis Obstetri dan Ginekologi di Klinik Fertilitas & Menoandropause, SamMarie, Jakarta ini.               Faktor pemicu kista saat ini banyak sekali, di antaranya pencemaran udara akibat debu dan asap pembakaran kendaraan atau pabrik. Asap kendaraan, misalnya, mengandung dioksin yang dapat memperlemah daya tahan tubuh, termasuk daya tahan seluruh selnya. Kondisi ini merupakan pemicu munculnya kista.  Kalau dalam satu keluarga ada kerabat dekat, seperti adik ibu, yang mengidap kista paru, maka gampang ditebak bahwa yang bersangkutan punya bakat kista di parunya. Makanan yang mengandung lemak tinggi pun bisa menjadi zat penyubur tumbuhnya kista. “Itu terjadi karena adanya zat-zat lemak dalam makanan tersebut yang tidak dipecah dalam proses metabolisme tubuh.
Kelainan kongenital kista paru sering dijumpai secara tidak sengaja. Biasanya pada janin kelainan ini ditemukan pada pemeriksaan ultrasonografi. Gejala yang ditemukan intrauterin berupa hidrop fetalis, kelainan jantung, polihidramion dan adanya kelainan kongenital lain. Insiden secara pasti tidak diketahui, di duga sebesar 25% dari keseluruhan kelainan kongenital paru janin
Kista paru merupakan salah satu penyakit yang cukup sering terjadi. Di kalangan perokok khususnya, penyakit ganas ini telah menjadi ancaman utama. Kista paru ditandai oleh adanya pertumbuhan jaringan abnormal pada paru-paru.

DEFINISI

Kista paru adalah pertumbuhan abnormal berupa kantung (pocket, pouch) yang tumbuh abnormal di paru-paru. Kista ada yang berisi udara, cairan, nanah, atau bahan-bahan lain. Para dokter memperkirakan adanya hubungan antara gen dengan kista paru. Untuk membuktikannya, kemudian dilakukan berbagai penelitian baik berupa riset epidemiologik sampai percobaan binatang.

PATOFISIOLOGI

Banyak jenis penyakit paru-paru mengarah ke pembentukan kista di paru-paru. Kelainan yang ditandai adanya udara dalam rongga dada bisa berkembang menjadi penyakit termasuk Langerhans sel histiocytosis, lymphaniomyomatosis, kista bronkiectasis, honeycombing dan confluent centrilobular empisema, paraseptal empisema dan bullae.

Berbagai mekanisme pembentukan kista susulan, termasuk penyumbatan pembuluh darah atau ischemic necrosis, dilatation bronchi, gangguan jaringan elastik paru, remodeling paru-paru, refractile fibrosis, dan check-valve effect stenosis bronchiolar.

Perbandingan perubahan ukuran kista selama pernapasan, perlu untuk mem pertimbangkan apakah ekspirasi memadai, dan akhirnya, intrathoracic anteroposterior atau garis tengah melintang sudah teratur.

KLASIFIKASI

  1. Soliter :
    1. Kista kongenital
    2. Kista infeksi
    3. Kista neoplastik

Gambar 1 : Kista Kongenital

2. Multiple

Letak di apex :

–          Bleb

–          Bulla

Letak di basal :

–          Kista bronchiectasis

–          Kista pneumatocoele

Letak tidak menentu :

–          Komplikasi Tuberculosa

–          Komplikasi infiltrasi proses yang lain

ETIOLOGI

Penyebabnya belum diketahui dengan pasti. Kemungkinan penyebabnya adalah suatu respon hipersensitivitas, keturunan, infeksi maupun bahan kimia. Biasanya muncul pada usia 30-50 tahun dan sangat jarang ditemukan pada anak.

MANIFESTASI KLINIS

Banyak penderita yang tidak menunjukkan gejala dan penyakitnya ditemukan pada saat menjalani pemeriksaan foto dada untuk keperluan lain. Jarang sampai terjadi gejala yang serus. Gejala kista paru tergantung kepada luas dan cara penyebarannya. Biasanya gejala utama adalah batuk yang menetap. Penderita kista paru seringkali menyadari bahwa batuknya semakin memburuk.

Jika kista tumbuh ke dalam dinding dada, bisa menyebabkan nyeri dada yang menetap. Gejala yang timbul kemudian adalah hilangnya nafsu makan, penurunan berat badan dan kelemahan. Kanker paru seringkali menyebabkan penimbunan cairan di sekitar paru-paru (efusi pleura), sehingga penderita mengalami sesak nafas. Jika kista menyebar di dalam paru-paru, bisa terjadi sesak nafas yang hebat, kadar oksigen darah yang rendah dan gagal jantung.

Gejala kista paru tergantung dari luasnya penyakit :

  • Batuk
  • sesak nafas
  • Rasa tidak enak badan
  • Demam
  • luka di kulit
  • ruam kulit
  • sakit kepala
  • gangguan penglihatan
  • perubahan neurologis
  • pembesaran kelenjar getah bening (benjolan di ketiak)
  • pembesaran hati
  • pembesaran limpa
  • cepat lelah
  • penurunan berat badan.

Gejala lainnya yang mungkin ditemukan :

  • pembentukan air mata berkurang
  • kejang
  • perdarahan hidung
  • kekakuan persendian
  • rambut rontok
  • mata terasa pedih, gatal dan belekan

Pada 15% penderita, penyakit ini menyerang mata. Uveitis (peradangan pada struktur internal mata tertentu) menimbulkan kemerahan pada mata, nyeri dan mempengaruhi penglihatan. Peradangan yang menetap untuk waktu yang lama, akan menyumbat aliran cairan untuk mata dan menyebabkan glaukoma, yang dapat menyebabkan kebutaan. Granuloma bisa terbentuk di konjungtiva (selaput bola mata dan kelopak mata). Kista ini sering tidak menyebabkan gejala.
Kista yang terbentuk di dekat sistem konduksi jantung dapat memicu terjadinya gangguan irama jantung.

DIAGNOSA

Alat utama untuk mendiagnosa kista paru adalah radiology, bronkoskopi dan sitologi. Jika seseorang mengalami batuk yang menetap atau semakin memburuk atau gejala paru-paru lainnya, maka terdapat kemungkinan terjadinya kista paru-paru. Kadang petunjuk awalnya berupa ditemukannya bayangan pada rontgen dada dari seseorang yang tidak menunjukkan gejala. Rontgen dada bisa menemukan sebagian besar kista paru, meskipun tidak semua bayangan yang terlihat merupakan kista.

Pengambilan foto dada serial setiap 6 bulan ternyata dapat mendiagnosa secara dini adanya kista paru, dengan minimal lesi mempunyai ukuran ± cm untuk dapat terlihat secara radiologis. Tomografi yang dilengkapi dengan computer membantu untuk membedakan lebih lanjut lesi yang dicurigai.
Bronkoskopi dengan biopsi merupakan teknik yang paling berhasil untuk mendiagnosa karsinoma sel skuamosa yang umumnya terletak sentral.
Biopsi kelenjar getah bening skalenus paling berhasil untuk diagnosis kanker yang tidak tercapai oleh bronkoskopi. CT scan bisa menunjukkan bayangan kecil yang tidak tampak pada foto rontgen dada dan bisa menunjukkan adanya pembesaran kelenjar getah bening dan penyebarannya. Prinsipnya adalah : Menggunakan berkas tipis sinar X untuk membuat potongan axial dari tubuh

Sinar X menembus tubuh, ditangkap detector. Detektor bersifat sebagai scintillation counter, menangkap data-data koefisien attenuasi tubuh. Ada 2 macam detector: Xenon dan Solid state
Data-data ini diubah oleh komputer menjadi gambar. Penegakan diagnosis dilakukan melalui pemeriksaan USG.

Gambaran radiologik yang ditemukan :

  1. Bayangan rongga spheris dalam semua proyeksi kecuali karena letaknya sehingga harus terjepit menjadi pipih, misalnya dekat diafragma atau dinding thorax.
  2. Bila berisi air dan penuh akan tampak bayangan radio-opaque spheris dan circumscript. Bila ruptur ke bronchus, sebagian terisi udara yang pada foto berdiri tampak sebagai bayangan bulat spheris dan circumscript dengan fluid level.
  3. Bila ada infeksi, dinding menjadi lebih tebal, batas tegas menghilang dan bergabung dalam paru.
  4. Komunikasi yang intermiten dengan bronchus memberikan Crescentik Airshadow.
  5. Letak sering di dekat carina, trachea atau bronchus utama.
  6. Lesi kistik Multipel
  7. Mendesak struktur sekitar

Gambar 2 : Kista Hydatid

Pemeriksaan penunjang yang biasa dilakukan untuk membantu menegakkan diagnosis kista paru :

  1. Hitung jenis darah
  2. Tes fungsi paru (bila di paru-paru terbentuk jaringan parut, maka hasilnya akan menunjukkan bahwa jumlah udara yang dapat ditahan paru-paru berada di bawah normal)
  3. Rontgen dada untuk mencari adanya pembesaran kelenjar getah bening
  4. Kadar enzim ACE (pada banyak penderita, kadar enzim pengubah angiotensin dalam darah adalah tinggi)
  5. Bronkoskopi
    Bronkoskopi kadang dilakukan untuk membantu menemukan sumber cairan yang terkumpul Morfologi
  6. Biopsi paru terbuka
  7. EKG untuk mencari kelainan jantung.
  8. Tes kulit tuberkulin (tuberkulosis dapat menyebabkan banyak perubahan yang mirip dengan sarkoidosis, karena itu dilakukan tes kulit tuberkulin untuk memastikan bahwa penyakitnya bukan tuberkulosis)
  9. Skening galium (kadang dilakukan jika diagnosis masih meragukan, karena skening galium akan menunjukkan pola yang abnormal pada paru-paru atau kelenjar getah bening penderita)
  10. MRI: Salah satu pemeriksaan diagnostik dalam ilmu kedokteran, khususnya radiologi yang menghasilkan gambaran potongan tubuh manusia dengan menggunakan medan magnet tanpa menggunakan sinar X. Keuntungannya tidak menggunakan sinar X, tidak merusak kesehatan pada penggunaan yang tepat. Banyak pemeriksaan tanpa memerlukan zat kontras. Dapat menunjukkan parameter biologik (spektroskopi). Potongan dapat 3 dimensi. Kerugiannya alat mahal Pemeriksaan cukup lama. Pasien yang mengandung metal tak dapat diperiksa (alat pacu jantung, protese)

DIAGNOSA BANDING

1. Amoebiasis Paru

2. Ancylostoma (hookworm)

3. Bronchiectasis

4. Pneumonia and abses

PENATALAKSANAAN

Kista biasanya diangkat melalui pembedahan karena bisa menyumbat bronki dan lama-lama bisa menjadi ganas.  Kadang dilakukan pembedahan pada kanker selain karsinoma sel kecil yang belum menyebar. Sekitar 10-35% kanker bisa diangkat melalui pembedahan, tetapi pembedahan tidak selalu membawa kesembuhan. Sekitar 25-40% penderita tumor yang terisolasi dan tumbuh secara perlahan, memiliki harapan hidup sampai 5 tahun setelah penyakitnya terdiagnosis. Penderita ini harus melakukan pemeriksaan rutin karena kanker paru-paru kambuh kembali pada 6-12% penderita yang telah menjalani pembedahan.

Sebelum pembedahan, dilakukan tes fungsi paru-paru untuk menentukan apakah paru-paru yang tersisa masih bisa menjalankan fungsinya dengan baik atau tidak. Jika hasilnya jelek, maka tidak mungkin dilakukan pembedahan.

Terapi penyinaran juga bisa mengurangi nyeri otot, sindroma vena kava superior dan penekanan saraf tulang belakang. Tetapi terapi penyinaran bisa menyebabkan peradang paru-paru (pneumonitis karena penyinaran), dengan gejala berupa batuk, sesak nafas dan demam. Gejala ini bisa dikurangi dengan corticosteroid (misalnya prednisone).

Untuk mengurangi gangguan pernafasan bisa diberikan terapi oksigen dan obat yang melebarkan saluran udara (bronkodilator).

One Response to “KISTA PARU”

  1. artikel bagus


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: