Welcome To My Blog
Assalamualaikum Wr. Wb.

GANGGUAN PSIKOSOMATIK


Gangguan Psikosomatik

Kedokteran psikosomatik menyadari kesatuan dari pikiran dan tubuh serta interaksi antara keduanya. Pada umumnya diyakini bahwa faktor psikologis penting dalam perkembangan semua penyakit. Peranannya bisa dalam mula penyakit, perkembangan, pemberatan, atau eksaserbasi penyakit atau dalam predisposisi atau reaksi terhadap penyakit, dan bervariasi dari satu gangguan ke gangguan lain.

Dalam DSM IV, istilah psikosomatik telah digantikan dengan kategori diagnostik faktor psikologis yang mempengaruhi kondisi medis. Konsep ini menyatakan bahwa faktor psikologis secara merugikan mempengaruhi kondisi medis pasien.

Etiologi

a.       Stres Umum

Stres ini dapat berupa suatu peristiwa atau situasi kehidupan di mana individu tidak dapat berespons secara adekuat.

b.      Stres Spesifik dan Nonspesifik

Stres psikis spesifik dapat didefinisikan sebagai kepribadian spesifik atau konflik bawah sadar yang menyebabkan ketidakseimbangan homeostatis.

c.       Variasi Fisiologis

Faktor hormonal dapat menjadi mediator antara stres dengan penyakit. Variabel lainnya adalah kerja monosit sistem kekebalan.

Manifestasi Klinis

a.       Terdapat suatu kondisi medis umum

b.      Faktor psikologis secara merugikan mempengaruhi kondisi medis umum dengan cara:

1.      Faktor psikologis telah mempengaruhi perjalanan kondisi medis umum seperti yang ditunjukkan oleh hubungan temporal yang erat antara faktor psikologis dan perkembangan atau eksaserbasi dari atau keterlambatan penyembuhan dari kondisi medis umum

2.      Faktor psikologis mempengaruhi terapi kondisi medis umum

3.      Faktor psikologis berperan dalam risiko kesehatan individu

4.      Respons psikologis yang berhubungan dengan stres mencetuskan atau mengeksaserbasi gejala kondisi medis umum

Yang dimaksud dengan faktor psikologis tersebut di atas adalah sebagai berikut:

o       Gangguan mental mempengaruhi kondisi medis (misalnya gangguan depresi berat memperlambat penyembuhan infark miokard)

o       Gangguan psikologis mempengaruhi kondisi medis (misalnya gejala depresi memperlambat pemulihan setelah pembedahan, kecemasan mengeksaserbasi asma)

o       Sifat kepribadian atau gaya menghadapi masalah mempengaruhi kondisi medis (misalnya penyangkalan patologis terhadap kebutuhan pembedahan pada seorang pasien dengan kanker, perilaku bermusuhan dan tertekan berperan pada penyakit kardiovaskular)

o       Gangguan kesehatan maladaptif mempengaruhi kondisi medis (misalnya tidak melakukan olahraga, seks yang tidak aman, makan berlebihan)

o       Respons fisiologis yang berhubungan dengan stres mempengaruhi kondisi medis (misalnya eksaserbasi ulkus, hipertensi, aritmia, atau nyeri kepala dan tension yang berhubungan dengan stres)

o       Faktor psikologis lain yang tidak ditentukan mempengaruhi kondisi medis (misalnya  faktor interpersonal, kultural, atau religius)

Kondisi medis yang dapat dipengaruhi oleh faktor psikologis antara lain:

Sistem kardiovaskular

1.      Penyakit arteri koroner

2.      Hipertensi esensial

3.      gagal jantung kongestif

4.      Sinkop vasomotor (vasodepresor)

5.      Aritmia

6.      Fenomena Raynaud

Sistem pemapasan

1.      asma bronkial

2.      Hay fever

3.      Sindrom hiperventilasi

4.      Tuberkulosis

Sistem gastrointestinal

1.      Ulkus peptikum

2.      kolitis ulseratif

3.      Obesitas

4.      Anoneksia nervosa

Sistem muskuloskeletal

1.      Artritis reumatoid

2.      Nyeri punggung bawah

Nyeri kepala

1.      Nyeri kepala migren (vaskular)

2.      Nyeri kepala tension (kontraksi otot)

Sistem endokrin

1.      Hipertiroidisme

2.      Diabetes melitus

3.      Gangguan endokrin wanita

Nyeri kronis

Gangguan kekebalan

1.      Penyakit Infeksi

2.      Alergi

3.      Transplantasi organ

4.      Penyakit otoimun

5.      Gangguan mental

Kanker

Gangguan kulit

1.      Pruritus

2.      Hiperhidrosis

Penatalaksanaan

Psikoanalisis dan psikoterapi dapat digunakan. Telah dikembangkan penggunakan teknik modifikasi perilaku (teori belajar), di antaranya ialah terapi relaksasi otot, biofeedback, hipnosis, pernapasan terkendali, yoga, dan pijat.

No Responses to “GANGGUAN PSIKOSOMATIK”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: