Welcome To My Blog
Assalamualaikum Wr. Wb.

Water For Life


Hujan di tempat gw ini mempunyai sisi positif dan negatif, sisi positif nya adalah udara disini yang biasa nya kering dan panas nya amit-amit gak ketulungan jadi lebih adem, dan lebih asyik nya lagi hujan disini sering nya terjadi pada malam hari, dan sekali nya hujan pasti dari malem sampe pagi, jadi bikin tidur lebih nyenyak (asal gak sampe mati lampu aja hehe…).

Tapi di sisi lain hujan juga membawa dampak negatif, selain cucian gw jadi gak kering-kering dan membuat jalanan di daerah ini yang rata-rata belum beraspal alias masih jalan tanah menjadi berlumpur dan sulit untuk di lewati juga menyebabkan air disini menjadi lebih pekat dan berbau.

Memang sebagian besar rumah-rumah disini masih menggunakan air tanah untuk kehidupan sehari-hari, namun sayang nya tanah disini adalah tanah rawa, alias tanah gambut, sehingga kualitas air menjadi kurang baik, ditambah musim hujan begini, sehingga membuat air pun menjadi sedikit coklat dan bau, bahkan kalo kita mengendapkan air semaleman aja maka akan tampak bercak-bercak coklat di bawah ember atau di dasar bak mandi hiii…(jadi inget, dulu kos-kosan gw di garut juga air nya sama kaya disini, Cuma beda nya disana tanah nya bukan tanah gambut dan air nya kaya air kulkas…dingiiiinn)

Yaah tapi mau bagaimana lagi, untung aja kulit putih gw ini *hehe…* masih mau menerima air yang kandungan besi nya mungkin melebihi ambang batas normal itu.

Si mba may aja dari awal tinggal disini udah gak bisa mandi menggunakan air disini, kalo mandi pake air disini langsung gatel-gatel lah dia, jadi dia kalo mandi harus menggunakan air mineral galon (bayangkan berapa galon yang dia butuhkan buat mandi selama 1 minggu). Kata dia sih 1 galon bisa buat mandi 2x tapi kalo dia pake keramas biasa nya sampe abis 1 galon.

Bahkan di rumah sakit pun keadaan air nya sama, coklat dan sedikit berbau, di setiap kamar mandi di rumah sakit kita bisa menemukan serat-serat tanah menempel di dalam bak mandi nya, mengerikaaaann…tapi, hebat nya orang-orang di sini jarang ada yang mengeluh mengalami gatal-gatal dan penyakit kulit lain nya, padahal hampir semua kegiatan mereka mulai dari mandi, mencuci sampai memasak pun menggunakan air tanah itu, bahkan kulit mereka pun putih-putih.

Tapi ternyata air disini masih lebih baik loh dibandingkan air di tempat temen gw si Elin dan Tuti, disana mereka air nya jauh lebih coklat dan kalo mau digunakan untuk mandi atau mencuci baju mereka harus mengendapkan air nya dulu selama 2 hari baru deh air nya bisa sedikit jernih hehe…

Baru berasa deh sekarang betapa penting nya air bersih itu, apalagi kalo kita melihat berita-berita di TV, sering di beritakan ada suatu daerah yang masyarakatnya harus berjalan beberapa kilometer hanya untuk mendapatkan air, itupun belum tentu air nya bersih, bahkan sampai ada yang harus membeli segala lagi.

Yaah…masih untunglah disini air masih lancar 24 jam penuh dan gak perlu bayar kaya kalo kita pake air dari PDAM sehingga gw masih bisa mandi dan mencuci baju setiap hari dengan bebas. Mungkin saja di tempat lain di pedalaman Kalimantan ini masih banyak daerah yang air nya jauh lebih parah dari air disini.

One Response to “Water For Life”

  1. Like this, masih enak tinggal di jakarta ya Nong? Smangat atuh …


Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: