Welcome To My Blog
Assalamualaikum Wr. Wb.

MIE DAN SEPAKBOLA


Seorang teman pernah berkata “ di dunia ini tidak ada yang instan kecuali mie instan” meskipun saya balas ucapan dia dengan berkata, ada kok “kopi, bubur ayam, sampe internet ada juga yg instan” hehe…

 

Tapi saya mengerti apa yang dimaksud oleh teman saya itu.

Ya di dunia ini tidak ada sesuatu yang instan, semua memerlukan yang namanya “proses”.

 

Tapi di Indonesia ini orang banyak yang melupakan yang namanya proses, pengen nya langsung jadi, langsung selesai, langsung dapet duit banyak (termasuk saya juga hehehe…).

 

Parahnya lagi selain melupakan proses, mereka juga melompati proses tersebut dengan cara yang curang, seperti menyogok, suap, nepotisme dan lain-lain, bukan dengan kemampuan dari diri sendiri.

 

Begitupun dalam sepakbola, PSSI saat ini sepertinya mulai ikut-ikutan seperti negara tetangga kita Singapura dan Filipina yang hampir sebagian besar pemain Timnas Sepakbola negaranya adalah pemain Naturalisasi.

 

Bukannya memperhatikan proses pembinaan dan pembaharuan system kompetisi di Indonesia, PSSI malah menggunakan cara instan dengan menaturalisasi beberapa pemain asing yang sudah bermain cukup lama di Liga Indonesia.

 

Memang naturalisasi sah-sah saja dilakukan, namun hal ini dilakukan jangan semata-mata hanya untuk mengejar prestasi secara instan.

 

Liat saja beberapa pemain yang dinaturalisasi oleh PSSI, seperti Christian Gonzale ataupun Greg Nwokolo, mereka adalah pemain-pemain yang usianya sudah cukup tua, apalagi Gonzales, meskipun dia bermain sangat baik saat membela Timnas senior, namun apa mau dikata, umur nya yang sudah 35 tahun sedikit banyak mengurangi kecepatan dan stamina dia di lapangan hijau.

 

Naturalisasi baik dilakukan untuk menambah pengalaman dan kemampuan pemain lokal, namun tidak juga mengurangi pembinaan bibit-bibit anak muda dan perbaikan system kompetisi sepakbola yang baik.

 

Pada SEA Games ke-26 yang baru saja berakhir, mungkin dapat kita tarik kesimpulan kenapa kita kalah dari Malaysia? Coba liat semua pemain Timnas U23 Malaysia, tidak ada satupun pemain mereka yang merupakan hasil dari naturalisasi (sama seperti timnas senior mereka pada piala AFF 2010) kita bisa liat hasil dari pembinaan bibit-bibit pemain sepak bola di negara mereka yang menghasilkan piala AFF dan Emas SEA Games dalam 2 tahun ini.

 

Pemain timnas U23 kita juga sebenarnya sudah bermain sangat baik selama kompetisi SEA Games kemarin, lihatlah bagaimana Tibo, Wanggai dan Octo menjadi trio striker yang yang paling subur di SEA Games kemarin dan bagaimana Kurnia Meiga serta kuartet bek Indonesia Gunawan, Abdul rahman, Diego Michels & Hasim Kipuw membuat timnas kita hanya kebobolan 3 gol selama kompetisi SEA Games berlangsung. Dan bagaimana Egi Melgiansyah dkk mengontrol lapangan tengah kita begitu hebatnya saat melawan Vietnam.

 

Hanya memang di Final melawan Malaysia kita sedikit kedodoran dan kurang beruntung dalam adu pinalti, namun walaupun kalah, para supporter pun tetap memberikan mereka aplaus, hormat dan salut yang tinggi atas perjuangan mereka.

 

Hal ini menunjukkan bahwa pembinaan pemain-pemain muda di Indonesia saat ini sudah mulai berjalan dengan baik, kesempatan bermain untuk mereka juga sudah lebih terbuka, dan akan lebih terbuka lagi apabila PSSI segera berhenti “bertengkar” dalam diri mereka sendiri dan segeralah menyelenggarakan kompetisi Liga Indonesia serta melakukan pembatasan penggunaan pemain asing di setiap klub.

 

Saya sebagai penikmat sepakbola dan supporter fanatik Tim Nasional Indonesia selalu terharu apabila melihat pertandingan Timnas di SUGBK, terutama saat lagu kebangsaan kita Indonesia Raya berkumandang dan dinyanyikan oleh seluruh supporter di stadion, rasa bergetar hati ini mendengar nyanyian mereka.

 

Karena itu saya berharap timnas kita sering mengikuti even-even Internasional seperti Pra Piala Dunia, Piala Asia, Piala AFF maupun Asian Games dan SEA Games, baik yang diselenggarakan di dalam maupun di luar negeri dan bertanding melawan-melawan Timnas-Timnas dari negara lain yang lebih kuat dari kita untuk menambah pengalaman dan skill pemain-pemain kita dan tentu saja agar saya dapat mendengar kembali Indonesia Raya berkumandang di setiap stadion dimana Timnas kita bertanding.

 

Kalah atau menang adalah hal yang biasa dalam setiap pertandingan, namun sportifitas dan fair play adalah yang paling utama dalam setiap pertandingan dan tentu saja jangan melupakan yang namanya proses pembinaan para pemain-pemain muda kita, agar proses regenerasi pemain di Timnas kita berjalan dengan baik.

 

Bravo Sepakbola Indonesia!!! #AYO INDONESIA BISA

 

No Responses to “MIE DAN SEPAKBOLA”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: