Welcome To My Blog
Assalamualaikum Wr. Wb.

PSSI oh PSSI……


 

Pasca kekalahan timnas Indonesia dari Bahrain dengan skor yang sangat mencolok 10-0 kantor PSSI di Senayan sudah mulai kalang kabut, mereka seperti sudah mengetahui

bahwa diri mereka akan dikecam dengan sangat keras oleh masyarakat Indonesia.

 

“Kami tidak menyalahkan kalian (para pemain) tapi para pengurus PSSI lah yang harus disalahkan akibat dualisme liga di Indonesia”… tulis seseorang dalam sebuah forum di Internet.

 

Menurut saya yang juga merupakan fans sejati timnas Garuda, kata-kata tersebut benar adanya, dualisme liga seperti ini dengan adanya IPL dan ISL menyebabkan para pemain menjadi kebingungan dalam memilih klub, lihat saja bagaimana seorang Diego Michels tiba-tiba keluar dari pelita jaya dan bergabung dengan Persija IPL (yang lagi-lagi mendompleng nama Persija asli dari ISL).

 

Apalagi selama ini yang digembar-gemborkan oleh para pengurus adalah bahwa IPL adalah kompetisi yang diakui oleh FIFA, sedangkan ISL tidak diakui oleh FIFA.

 

Sedangkan kita ketahui sendiri bahwa hampir semua tim-tim yang biasa wara-wiri dan menguasai pesepakbolaan Indonesia ada di bawah naungan ISL, mereka yang muak dengan kepengurusan pengurus PSSI sekarang dibawah pimpinan Johar Arifin seperti Persija Jakarta, arema Indonesia, Sriwijaya FC, Persipura Jayapura, Persib Bandung, Pelita Jaya tidak mau mengikuti kompetisi IPL yang notabene diakui FIFA dengan alasan demi kemajuan sepak bola tanah air.

 

Akibat dualisme kompetisi ini pulalah juga yang menyebabkan Timnas garuda sekarang dihuni pemain-pemain yang masih hijau dan belum berpengalaman di even internasional, hal ini disebabkan karena mayoritas pemain-pemain bagus dan berpengalaman bernaung di bawah ISL (yang tidak diakui FIFA) sehingga PSSI pun menetapkan sanksi bahwa pemain-pemain dari ISL tidak akan bisa memperkuat timnas Indonesia, padahal justru para pemain-pemain yang bernaung di ISL lah yang sangat dibutuhkan oleh timnas kita.

 

Namun apa mau dikata, kenyataan jauh dari harapan, kompetisi IPL yang diakui oleh FIFA dan PSSI tidak lebih baik dari kompetisi tarkam, kompetisi ini jauh dari menarik karena hampir tidak ada pemain bintang yang bermain disana, beda sekali dengan ISL yang menjalankan kompetisi dengan lebih professional dan dihuni oleh pemain-pemain bintang di Indonesia, sehingga membuat kompetisi ini lebih menarik.

 

Meskipun untuk menyiapkan sebuah timnas yang bagus tidaklah semudah membalikkan telapak tangan, banyak proses yang perlu dilalui, dari mulai pembinaan pemain muda, kompetisi yang berjalan dengan baik dan reguler, sampai pemberian pengalaman bertanding di even-even internasional. Namun semua hal itu hanya bisa dilakukan bila para pemimpin-pemimpin di PSSI bisa menyatukan visi dan misi mereka demi memajukan dunia sepak bola Indonesia,

 

Politik memang tidak bisa digabungkan dengan olahraga, apalagi dengan sepakbola, karena politik itu penuh intrik dan kebohongan, sementara dalam olah raga kita menjunjung tinggi sportivitas dan kejujuran sehingga sampai kapanpun politik tidak akan pernah bisa masuk dalam olah raga.

 

Jayalah terus dunia olahraga Indonesia!!

 

Maju terus Garudaku!

No Responses to “PSSI oh PSSI……”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: