Welcome To My Blog
Assalamualaikum Wr. Wb.

U.A.N.


Mumpung masih anget-angetnya nih, gw mau mencoba menulis tentang UAN (Ujian Akhir Sekolah).

Kenapa ya, kok gw merasa akhir-akhir ini ujian sekolah tuh makin horor aja sih bagi para murid-murid?

Rasa nya beda aja dengan zaman gw waktu dulu sekolah (kesannya udah lama banget ya gw sekolah dulu hehe…) yaah sekitar 10-15 tahun yang lalu lah.

Rasa nya pas gw dulu sekolah, UAN bukanlah suatu momok yang sangat menakutkan, malah gw lebih deg-degan nya pas ujian SPMB (Seleksi Penerimaan Mahasiswa Baru) sebelum masuk perguruan tinggi.

Tapi anehnya sekarang UAN sudah menjadi suatu ketakutan, sudah menjadi suatu episode horor dalam perjalan karir persekolahan para murid-murid dari mulai SD, SMP dan SMA.

Coba di liat di Koran-koran atau televisi, banyak banget murid-murid yang stress menjelang pelaksanaan ujian tersebut, dan banyak sekolah-sekolah yang mengadakan doa bersama bahkan sampe ada yang mengadakan ritual-ritual aneh, semua demi untuk kelulusan para murid-murid mereka yang akan menempuh ujian.

Beda banget sama zaman gw dulu, boro-boro berdoa bersama, belajar bersama aja ngga pernah hehehe…

Bahkan gw liat ada beberapa sekolah yang pada pelaksanaan UAN nya diawasi oleh aparat kepolisian, mau masuk sekolah aja sampe dilakukan pemeriksaan dengan metal detector untuk mengecek apakah para siswa membawa peralatan komunikasi atau ngga, pokoknya udah kaya mau masuk ke hotel-hotel berbintang atau ke pusat-pusat perbelanjaan aja.

Memang seiring perkembangan zaman, maka berkembang pula lah tekhnik menyontek para murid-murid, zaman dulu gw nyontek (buka aib neh hehe…) masih pake lempar-lemparan kertas, buka kebetan di bawah meja atau nengok kiri kanan sambil ngelirik jawaban teman, tapi zaman sekarang murid-murid nyonteknya udah pake handphone cuy… mereka selama ujian dengan kecanggihan komunikasi bisa nyontek bahkan dengan teman yang kelasnya beda, hebat bener dah, meskipun cara-cara konvensional seperti yang gw lakukan dulu masih ampuh untuk tetap dilakukan juga sih.

UAN sekarang selain menjadi momok bagi murid-murid juga menjadi momok bagi para kepala sekolah, soalnya apabila pada saat pengumuman hasil kelulusan UAN angka kelulusan murid dari sekolah yang mereka pimpin jelek, alias banyak murid yang gak lulus nya (bahkan ada beberapa sekolah tahun lalu yang angka ketidaklulusannya 100%) maka sekolah mereka akan di cap jelek oleh masyarakat, dan akibatnya akan menurun juga para murid yang akan mendaftar di sekolah mereka.

Hal tersebut membuat kadang-kadang para pengurus sekolah menjadi gelap mata, ada para guru atau kepala sekolah yang membocorkan atau memberitahukan jawaban ujian hanya demi meningkatkan angka kelulusan sekolah mereka.

walaupun sebenarnya dari zaman dulu gw sekolah bocoran soal ataupun kunci jawaban juga udah ada sih, meskipun sumbernya bukan dari kepala sekolah atau guru (ketauan deh dulu suka nyari bocoran jg hehe…), pokoknya tiap mau UAS atau UAN pasti ada aja deh jawaban-jawaban ataupun soal-soal yang beredar sehari sebelumnya, yaah sukur-sukur kalo jawaban atau soalnya cocok, kalo beda ya nasib hihihi….

Padahal tujuan sebenarnya dari kementrian pendidikan dengan mengadakan UAN ini bukan untuk menciptakan teror bagi para murid-murid di akhir masa sekolahnya, bukan pula membuat pusing para guru dan kepala sekolah, namun agar terciptanya standar kelulusan yang sama di seluruh Indonesia, agar semua murid-murid yang lulus diharapkan memiliki kemampuan yang sama agar kelak dapat bahu-membahu membangun bangsa ini kelak.

Namun memang saat ini hal tersebut masih sulit dilakukan, karena memang untuk menciptakan lulusan yang terstandarisasi bukan hanya melalui ujian yang terstandarisasi, namun juga dengan melakukan pemerataan fasilitas pendidikan di seluruh Indonesia, dimana nanti akhirnya fasilitas pendidikan di pelosok desa atau pun di tengah kota adalah sama…yah semoga saja suatu saat nanti hal itu bisa terwujud.

Oiya gw juga setuju dengan wacana yang dulu pernah digulirkan, yaitu bahwa kelulusan itu tidak hanya ditentukan dengan nilai UAN, kelulusan tidak hanya ditentukan oleh knowledge namun juga oleh attitude dari seseorang, karena bagaimanapun juga ilmu tanpa sikap dan perilaku yang baik, maka menjadi tidak berguna atau bahkan dapat disalahgunakan.

Yaaah walau bagaimanapun juga gw tetep bersyukur bahwa gw ngga perlu menjalani UAN yang zaman sekarang, karena kalo gw mengalami nya, pasti bisa stress berat deh, wong pas mau SPMB aja gw sampe diare sama demam, apalagi sekarang UAN hehehe….

Akhir kata, gw ucapkan selamat berjuang kepada semua adik-adik SD, SMP dan SMA yang akan melaksanakan UAN, gw doakan semoga kalian semua bisa lulus dengan nilai yang memuaskan dan yang pasti kerjakanlah setiap soal ujian dengan jujur

 

No Responses to “U.A.N.”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: