Welcome To My Blog
Assalamualaikum Wr. Wb.

CAR CRASH


DAMN…!!!!

Itulah kata-kata yang langsung terucap dari mulut gue tanpa disadari ketika sebuah metromini menabrak bemper depan mobil gue tadi malam, sehingga menyebabkan copotnya bemper depan dan pecahnya lampu spion kanan mobil kijang lawas grand extra keluaran tahun 1995 punya bokap gue, masih untung bodi ngga ada yang lecet satupun…Alhamdulillah.

Jadi kejadiaanya seperti ini :

Kebetulan tadi malam memang terjadi hujan cukup deras hampir di seluruh wilayah Jakarta, dan gue berinisiatif mau jemput istri tercinta di stasiun kereta api pasar minggu lama.

Dengan sedikit terburu-buru gue mengeluarkan mobil dari garasi dikarenakan istri udah BBM kalo dia sudah sampai di stasiun. Setelah keluar dari garasi gue langsung tancap gas memacu mobil di gang rumah gue yang sempit, gak ada masalah, karena gue emang tiap hari lewat situ pake mobil, sambil merem juga bisa gue lewatin tuh gang tanpa nabrak pot tanaman tetangga hehe….

Nah masalah terjadi ketika gue mau keluar dari gang, karena memang hujan yang lebat banget, mungkin pandangan gue agak sedikit terganggu, dan kebetulan tepat di samping mulut gang gue ada mobil truk yang sedang parkir, sehingga menghalangi pandangan gue akan kendaraan dari arah sebelah kanan  gang.

Ketika bagian depan mobil gue udah setengahnya keluar dari depan gang untuk belok ke kiri, tiba-tiba lewatlah angkot metromini tepat didepan gue dengan kecepatan tinggi, tanpa ba bi bu dihantamnya bemper mobil gue.

langsung macet seketika jalanan di depan gang…..

Sang supir metromini pun turun, gue yang mempunyai prinsip kalo terjadi tabrakan jangan pikir siapa yang salah, yang penting marah-marah duluan, pokoknya jangan perlihatkan muka ketakutan apalagi muka bersalah.

Sang supir pun nyamperin gue yang sedang meminggirkan mobil, langsung gue buka jendela dan marah-marah (maaf marahnya tidak bisa dtulis disini karena terlalu vulgar kata-katanya), lalu sang supir pun berkata, yaudah pak, kita ke tempat yang legaan aja, disini nanti bikin macet katanya.

Gue pun menuruti kata-kata si supir, gue ikutin dia, walaupun dengan penuh kesulitan karena bemper mobil gue yang copot itu masih nyangkut, alhasil kalo jalan jadi keseret-seret di aspal. Dan hampir semua orang di jalan melihat keadaaan mobil gue langsung nunjuk-nunjuk ke bawah sambil bilang “pak bempernya copot” (udah tau kaleee…).

Dan emang kalo lagi apes ya apes terus deh, sudah ditabrak, trus hujan deres gak berenti-berenti, jalanan pun macet parah tadi malam bisa diliat beritanya di

http://news.detik.com/read/2013/04/18/103151/2223549/10/horor-macet-jakarta-6-km-buncit-tb-simatupang-ditempuh-nyaris-3-jam?991104topnews

alhasil gue gak bisa ngejar tuh supir metromini, dan gue pun berenti di pinggir jalan raya pasar minggu karena gue takut jalan lebih jauh lagi karena bemper mobil gue makin terseret-seret, takut tambah parah rusaknya.

Gue udah pasrah, terus gue nelpon istri mengabarkan kalo gue gak bisa jemput, terus gue nelpon bokap gue buat minta pertolongan.

Tanpa disangka-sangka, ternyata tuh metromini juga berhenti sekitar 100 meteran lah dari tempat gue berhenti,  gue samperin deh tuh metromini.

Di dalam metromini gue dan sang supir terlibat adu argumen, masing-masing merasa gak bersalah, dan gue tetap ngotot minta ganti rugi, meskipun agak sedikit miris gue pas di dalam angkot melihat dia narik angkot dengan membawa istri dan anak yang masih kecil yang menurut gw umurnya kira-kira 2 tahun lah.

Setelah beberapa saat adu argumen gue pun sedikit meredakan tensi, karena dengan pertimbangan niat baik tuh supir buat berhenti gak kabur begitu aja, dan karena kasian ngeliat anak dan istrinya kedinginan di dalem.

Gak berapa lama bokap gue dateng, dia langsung ngecek kondisi mobil kijang kesayangannya itu lalu ikut terlibat dalam adu argumen antara gue dan supir.

Akhirnya sang supir menyerah, dia mau bertanggung jawab, meskipun katanya dia gak punya banyak uang karena baru keluar dari pangkalan bis, bokap pun berinisiatif ke bengkel kenalan dia yang kebetulan tidak jauh dari tempat kami berhenti untuk menanyakan berapa kira-kira besarnya biasa perbaikan tuh bemper.

Gue liat sih si supir emang bener-bener beritikad baik, dia mau ngelepasin bemper mobil gue yang masih nyangkut, dan juga membawa bemper mobil gue itu ke bengkel terdekat sendirian, padahal suasana masih hujan deras dan macet banget loh, belum lagi diliatin orang-orang yang lagi neduh maupun yang terjebak macet.

Akhirnya dengan diiringi hujan deras dan deru mesin kendaraan sampailah kami di bengkel temen bokap gue itu, setelah bertanya dengan sang empunya bengkel keluarlah berapa harga kira-kira untuk perbaikan entu bemper sampe sembuh, yang ternyata untungnya gak terlalu mahal banget.

Singkat kata akhirnya tercapailah kata sepakat, bokap gue juga gak nuntut terlalu banyak karena melihat itikad baik sang supir yang masih muda itu, (kira-kira seumuran gue lah) dan akhirnya masalah pun selesai dengan damai, bahkan bokap gue sebelum berpisah sempet-sempet nya doain tuh supir supaya banyak rezekinya dan sehat-sehat selalu, dan tuh supir sampe cium tangan bokap gue segala lagi (jadi terharu hiks..hiks…).

Yah  gue sih ambil hikmahnya aja dari kejadian ini, mungkin lain kali gue harus lebih berhati-hati lagi dalam menyetir mobil terutama di tengah hujan.

No Responses to “CAR CRASH”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: