Welcome To My Blog
Assalamualaikum Wr. Wb.

Dokter VS Malpraktik


Copas dari Forum dokter2 di Facebook tentang keprihatinan terhadap kasus dokter spesialis obgyn di manado:
 
Tiga dokter kandungan, dr. A, dr. HS1 dan HS2 dinyatakan bersalah melakukan malpraktik thd perempuan Julia Fransiska Makatey. Dr. A saat ini bertugas di Balikpapan, teman Put dan 2 yuniornya masing2 dijatuhi hukuman 10 bulan penjara.

Disebutkan tgl 10 April 2010 ketiga terdakwa yg masih status bersekolah spesialis tsb melakukan operasi sectio caesaria thd korban. Krn masih sekolah sebagaimana calon2 dokter spesialis lainnya selama bekerja kurang lebih 5 tahun tentu saja mereka tak dibayar krn dianggap masa pengabdian.

Setelah operasi tiba2 pasien mengalami gagal jantung. Oleh saksi ahli diperkirakan oleh emboli/sumbatan bekuan darah/udara di paru2 shg gagal napas yg berlanjut gagal jantung. Emboli diketahui bisa tjd pd siapapun yg mengalami trauma, baik trauma fisik akibat operasi atau kecelakaan at trauma kimia dll.

Di pengadilan negeri manado ketiganya dinyatakan tak bersalah dan divonis bebas krn semua tindakan dilakukan sesuai prosedur. Akan tetapi setelah kasasi ke MA ketiganya di vonis bersalah hy krn disebutkan “tidak memberi tau tt kemungkinan pasien meninggal setelah operasi” juga dlm operasi darurat tsb tdk dilakukan pemeriksaan lengkap thd jantung dan pemeriksaan spesifik lainnya.

Semua dokter tau bahwa emboli paru tak ada hubungannya dg bentuk jantung/paru atau bahkan fungsi apapun. Bahkan anak yg khitan/sunat memiliki resiko yg sama tjd emboli paru. Dan utk melakukan pemeriksaan penunjang tambahan apalagi khusus biasanya dokter akan mempertimbangkan semua aspek, mulai waktu yg diharuskan cepat dlm keadaan darurat, untung rugi bagi pasien dan tentunya efek thd finansial pasien.

Pertanyaannya? Pantaskah dr. A, dkk dihukum penjara 10 bulan krn gagal menolong (ingat mereka tak dibayar sepeserpun!). Kalau saya yg disuruh menjawab saya akan katakan dg lantang dan jelas. Penolong yg menggunakan seluruh kemampuan terbaiknya untuk menolong dan gagal TIDAK PANTAS DIPENJARA!!!

Loh apa bedanya dg sopir yg nabrak orang dipenjara? Yo jelas beda jauh. Selama si sopir memiliki kapasitas utk menyopir (bukti SIM) dan dia menyopir dg benar tiba2 muncul seseorang yg menyerobot jalannya dan tertabrak, maka sang sopir bebas dari hukuman. Lah Afriani? Tentu saja Anda2 jauh lbh tau dari saya. Apalagi sang dokter berniat sungguh2 utk menolong! Ingat menolong!

Lalu adilkah hukuman itu? Jelas TAK ADIL! Bukan krn saya kenal baik dg ybs atau krn saya seorang dokter. Saya berkata sbg anggota masy yg peduli. Siapa yg akan menanggung kerugian akibat ketidakadilan hakim ini? Kita semua! Semua elemen bangsa ini akan dirugikan keputusan yg mungkin “melegakan” bagi sebagian orang yg senang dg kenyataan bahwa tyt “dokter bisa dipenjara” dan juga LSM ttt yg sgt gigih memperjuangkan “hukuman yg memuaskan” tsb hingga kasasi ke MA.

Apa harga yg harus dibayar :
1. Teror thd para dokter akan merugikan semua! Apakah anda puas kl Indonesia menjd smakin Amerika dg tuntut menuntutnya? Para dokter akan menjd was2 dlm menjalankan profesinya. Apakah itu baik? Ya cukup baik, tetapi tak berimbang dg kerugiannya yg sgt besar. Untung ruginya jomplang! Kerugiannya jelas akan ke pasien juga. Dokter akan melakukan praktik defensif medicine. Artinya ia akan meminta tandatangan setiap tindakan sekecil apapun serta perjanjian2 rumit lainnya. Kl si dokter tak yakin ia akan meminta seluruh pemeriksaan detil sebelum mau menolong pasien. Dan ini biayanya tentu sangat2 besar. Kl anda ke singapore cek up, meski anda sehat, mereka akan memeriksa dg “pemeriksaan canggih yg tak perlu” demi mengeruk keuntungan dan memuaskan nafsu dahaga orang2 kaya Indonesia yg paranoid thd kesehatannya.
2. Efek psikologis hub pasien dan dokter yg selama ini di wujudkan dlm bentuk rasa saling percaya akan berubah menjadi rasa saling curiga bahkan ketakutan. Ini akan merugikan semuanya.
3. Bangsa yg memilih utk menghukum penolong dan membebaskan pencuri/koruptor akan menghasilkan bangsa sakit. Bangsa yg paranoid. Tak saling percaya krn seakan2 tak ada lagi hal yg bisa dipercaya. Ini hukuman terberat yg akan kita pikul dalam membawa bangsa dg penduduk 240 juta jiwa ini menuju masa depan.

Lalu apakah dokter tak boleh dipenjara? Sebagai manusia biasa tentu saja sangat boleh. Tetapi harus digarisbawahi ; mereka dipenjara bukan karena gagal menolong!! Dokter dapat dipenjara dg syarat ketat :
1. Mereka melakukan kejahatan dg niat
2. Mereka terbukti benar2 menyalahi prosedur meskipun kesempatan, waktu dan keadaan memungkinkan utk melakukan prosedur yg tepat
3. Terlibat jelas kepentingan utk diri sendiri sang dokter dalam melakukan tindakan yg berakibat fatal eternity
4. Sekurang2nya sang dokter telah terbukti melanggar etika yg disepakati secara nyata.

Diluar itu saya akan berkata dg jelas STOP KRIMINALISASI DOKTER!!! Buat Dr. A, Dr. HS1 dan Dr. HS2, SpOG, kami bersamamu!!!

No Responses to “Dokter VS Malpraktik”

Leave a Reply

Fill in your details below or click an icon to log in:

WordPress.com Logo

You are commenting using your WordPress.com account. Log Out / Change )

Twitter picture

You are commenting using your Twitter account. Log Out / Change )

Facebook photo

You are commenting using your Facebook account. Log Out / Change )

Google+ photo

You are commenting using your Google+ account. Log Out / Change )

Connecting to %s

%d bloggers like this: